MERANGIN, NEWSLAN.ID – Viral. Ambulance Majelis Taklim Pinang Merah, Merangin disorot publik. Tarif antar jenazah ke Pati, Jawa Tengah dipatok Rp 20 juta.
Keluhan meledak usai postingan akun Facebook Den Jalal ramai dibagikan. Warga pertanyakan: ambulans dibeli pakai iuran jamaah, kenapa tarifnya mencekik?
“Tujuan awal beli ambulans kan bantu ringankan beban shohibul musibah. Bukan justru membebani... Salam waras,” tulis Den Jalal, dikutip Newslan.id.
Fakta di lapangan bikin geram. Untuk rute Merangin-Pati, keluarga duka harus bayar Rp 20 juta.
“Biaya bbm, tol, sopir, capek pun tak sampai segitu,” kata seorang warga Pinang Merah yang minta namanya disamarkan.
Ini bukan kali pertama. Keluhan soal tarif ambulans Majelis Taklim Pinang Merah sudah berulang. Dari niat sosial, berubah jadi beban baru bagi warga duka.
Publik mendesak: perlu transparansi regulasi dan tarif. Uang beli ambulans dari iuran umat. Ke mana larinya uang operasional? Kenapa tak ada plafon tarif yang wajar?
Netizen ramai komentar: “Ini kemanusiaan atau bisnis berkedok sosial keagamaan?”
Surjono, Ketua Majelis Taklim Pinang Merah, saat dihubungi Newslan.id via WhatsApp mengaku sedang di Mekah.
“Maaf saya sekarang ada di Mekah. Sepertinya sudah diklarifikasi antara driver dan wakil majelis ta'lim kepada pembuat konten,” tulis Surjono.
Purwanto, Kades Pinang Merah membenarkan sudah ada pertemuan. “Kemarin sudah ketemu pihak ambulans sama Pak Jalal juga majelis taklim,” ujarnya.
Namun hingga kini, detail hasil klarifikasi dan rincian tarif Rp 20 juta itu belum dibuka ke publik.
Masyarakat Pinang Merah harap kasus ini dievaluasi total. Regulasi tarif harus jelas. Laporan keuangan iuran dan operasional ambulans wajib dibuka.
Jangan sampai niat baik umat justru jadi ladang cuan di atas duka.
Redaksi Newslan.id


