Merangin Newslan.id – Program bantuan becak listrik yang berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna mengeluhkan performa kendaraan yang dinilai belum sesuai harapan. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Salah satu unggahan yang menjadi perhatian publik berasal dari akun @daruzarmedian. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa becak listrik bantuan yang nilainya diperkirakan lebih dari Rp20 juta per unit hanya mampu digunakan sekitar 4 kilometer sebelum daya baterainya habis. Akibatnya, sejumlah becak dilaporkan lebih banyak terparkir dan tidak digunakan secara rutin.
Diketahui, program bantuan becak listrik telah menyalurkan sekitar 2.303 unit kepada penerima manfaat di berbagai daerah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target penyaluran yang disebut mencapai 5.000 hingga 10.000 unit.
Saat diperkenalkan, becak listrik tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 50 kilometer dalam sekali pengisian daya. Namun, beberapa pengguna mengaku mengalami kondisi yang berbeda di lapangan. Mereka menyebut jarak tempuh kendaraan jauh lebih pendek dibandingkan spesifikasi yang disampaikan.
Selain persoalan daya tahan baterai, pengguna juga mengeluhkan kondisi becak yang menjadi sangat berat ketika baterai habis. Hal tersebut dinilai menyulitkan pengemudi saat harus mengayuh kendaraan secara manual untuk melanjutkan perjalanan.
Keluhan yang muncul memunculkan pertanyaan mengenai performa kendaraan, kualitas baterai, serta kesiapan dukungan teknis dan layanan purna jual bagi para penerima bantuan. Sejumlah pihak berharap dilakukan evaluasi menyeluruh agar program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat sesuai yang diharapkan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan yang beredar di media sosial tersebut maupun hasil evaluasi teknis terhadap unit becak listrik yang dipersoalkan.


