KARAWANG, NEWSLAN.ID – Upaya mendorong hilirisasi industri kelapa sawit tidak hanya bergantung pada investasi besar di sektor manufaktur. Ruang pengembangan usaha berbasis inovasi juga terbuka lebar bagi generasi muda dan pelaku UMKM melalui pemanfaatan berbagai produk turunan sawit yang memiliki nilai tambah tinggi.
Peluang tersebut menjadi salah satu fokus dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Kamis 4/6/2026. Kegiatan yang berlangsung dua hari hingga Jumat 5/6/2026 itu diselenggarakan oleh Majalah Sawit Indonesia dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Workshop diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga calon wirausahawan muda yang ingin memahami potensi bisnis dari hilirisasi sawit. Selain membahas peluang usaha, peserta juga diperkenalkan pada berbagai inovasi produk yang telah berhasil dikembangkan dari komoditas strategis tersebut.
Pendiri Palmtrienol Indonesia, dr. Irdawati Novita, mengatakan selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sawit sebatas bahan baku minyak goreng dan margarin. Padahal, komoditas tersebut memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri kesehatan dan kecantikan.
“Banyak masyarakat hanya mengenal sawit sebagai minyak goreng atau margarin. Padahal sawit memiliki kandungan tocotrienol, vitamin A, omega-3, dan omega-6 yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai produk kesehatan dan nutrisi,” ujarnya.
Menurut Irdawati, berbagai produk berbasis sawit telah berhasil dikembangkan. Mulai dari produk perawatan kulit, penumbuh rambut, salep, hingga krayon berbahan baku sawit. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan riset untuk menghasilkan inovasi baru yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional.
Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih besar dalam pengembangan produk hilir sehingga Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pusat inovasi produk berbasis sawit.
Di sela workshop, panitia menegaskan transisi pengelolaan ekspor melalui DSI tidak akan menghambat perdagangan maupun ekspor sawit. Justru diharapkan memperkuat ekosistem hilirisasi dalam negeri.
Redaksi Newslan.id
Newslan.id - Edukasi_Investigasi_Terpercaya
Tag: #HilirisasiSawit #UMKM #GenZPreneur #BPDP #MajalahSawitIndonesia #Oleofood #Palmtrienol #IrdawatiNovita #Karawang


