800 JUTA TON PER TAHUN, KEMANA PERGINYA?
Oleh: Redaksi Newslan.id
IRONIS DAN LUCU.
“Tak bilangi sekarang jangan kaget kalau besok besok lampu kota mati terus, karena stok batubara menipis” cuitan masyarakat di medsos.
Padahal Indonesia termasuk salah satu produsen terbesar ketiga di dunia. Produksi 800 juta ton setiap tahun.
“Saya sudah tidak bisa pikir lagi pak, Mau dijadikan apa rakyat mu, tidak tambah maju tapi malah tambah bobrok “ tambahnya.
FAKTA PAHIT ENERGI
1. Produksi Melimpah: 800 juta ton batu bara per tahun. Masuk tiga besar dunia. Kalah tipis dari China dan India.
2. Ekspor Jor Joran: 70 persen lebih batu bara kita kirim ke luar negeri. Devisa masuk, dapur PLTU kosong.
3. DMO Dilanggar: Kewajiban pasok dalam negeri 25 persen sering tidak patuh. Harga ekspor lebih manis.
4. PLTU Mogok: Stok batu bara di pembangkit tinggal hitungan hari. Begitu tipis, lampu rakyat ikut sekarat.
5. Rakyat Kena Getah: Pabrik berhenti. UMKM rugi. Anak sekolah belajar pakai lilin. Ini 2026, bukan 1945.
Punya lumbung tapi lapar. Punya sumur tapi haus. Punya batu bara tapi gelap.
Kalau 800 juta ton tidak cukup buat nyalain lampu rumah sendiri, berarti ada yang salah di urusan dapur negara. Salah urus atau sengaja diurus untuk orang lain?
PERTANYAAN UNTUK PEMANGKU KEBIJAKAN
1. Kemana 800 juta ton itu: Berapa persen yang benar benar jadi listrik rakyat?
2. Siapa bermain DMO: Perusahaan mana yang ekspor ugal ugalan tapi abaikan pasok PLN?
3. Dimana pengawasan: Kementerian ESDM dan PLN ngapain saat stok pembangkit kritis?
4. Kenapa rakyat korban: Pengusaha batu bara untung triliunan, rakyat bayar listrik mahal plus pemadaman.
Batu bara itu milik rakyat sesuai Pasal 33 UUD 1945. Bukan milik segelintir pengusaha dan eksportir.
Kalau negara tidak berani galak ke korporasi, jangan salahkan rakyat kalau bilang: ora tambah maju tapi tambah bobrok pak.
Negara kaya batu bara tapi rakyat beli lilin. Ini bukan takdir. Ini kebijakan. Kalau 800 juta ton tidak bisa bikin terang satu rumah, berarti gelapnya bukan di lampu. Gelapnya ada di meja kebijakan. Pak, rakyat mu sudah capek mati lampu. Jangan bikin kami mati akal.
Catatan: Opini berbasis data produksi nasional. Newslan.id buka ruang hak jawab untuk Kementerian ESDM, PLN, dan Asosiasi Pengusaha Batu Bara.


