Kediri Newslan.id. Minggu, 14 Juni 2026
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Anwar Iskandar, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang sangat mulia karena bertujuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Anwar Iskandar, yang juga dikenal sebagai Gus War, saat menanggapi aksi demonstrasi sejumlah kalangan mahasiswa yang menolak Program MBG. Menurutnya, jika dilihat dari perspektif agama, memberi makan kepada sesama merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai ibadah yang tinggi.
“Kalau dari perspektif agama, memberi makan itu sesuatu yang sangat mulia. Memberi makan orang lain merupakan bagian dari sifat yang dicintai Allah. Karena itu program memberi makan kepada masyarakat tentu merupakan sesuatu yang baik,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan Kediri tersebut.
Meski mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan program, Gus War menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan Program MBG secara keseluruhan. Menurutnya, berbagai dugaan penyimpangan maupun pelanggaran yang terjadi justru harus ditindak sesuai aturan dan dijadikan bahan evaluasi agar pelaksanaan program semakin baik.
“Bahwa dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang baik, itu tentu ada aturannya dan sudah ditindak. Yang pertama programnya mulia, kemudian pelaksanaannya yang harus diperbaiki,” katanya.
Ia menilai berbagai kasus yang muncul lebih banyak disebabkan oleh oknum-oknum yang tidak menjalankan amanah dengan baik, sehingga manfaat yang seharusnya diterima masyarakat menjadi berkurang.
“Ada yang nakal, mestinya Rp10 ribu dikurangi menjadi Rp7 ribu atau Rp5 ribu. Mungkin diambil untuk menambal dulu, menyuap ketika ingin mendapatkan izin. Ada satu titik Rp300 juta, Rp500 juta,” ungkap Gus War.
Menurutnya, praktik-praktik curang seperti itu berdampak langsung terhadap masyarakat penerima manfaat karena bantuan yang seharusnya diterima secara penuh menjadi berkurang.
“Kalau ada yang nakal sehingga bantuan yang seharusnya diterima penuh menjadi berkurang, maka yang diperbaiki adalah pelakunya, bukan programnya,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat gizi bagi anak-anak dan santri, Gus War menilai Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Program tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru serta menggerakkan berbagai sektor usaha kecil dan menengah.
Menurutnya, keberadaan dapur-dapur pelayanan MBG membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus menyerap berbagai produk lokal yang dihasilkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Program ini bukan hanya bermanfaat bagi penerima makanan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan UMKM. Mulai dari peternak ayam, pembuat tahu dan tempe, petani sayur, petani buah hingga pelaku usaha kecil lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perputaran ekonomi yang tercipta dari program tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lapisan bawah. Karena itu, Gus War mengibaratkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai lumbung yang menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.
Menurutnya, selama tujuan program tetap baik dan manfaatnya besar bagi masyarakat, maka yang perlu dilakukan adalah memperbaiki pelaksanaan serta menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penyimpangan, bukan menghentikan program secara keseluruhan.
Sumber:Jatimnow


