NEWSLAN.ID JAKARTA – Jeritan nelayan tradisional di Cilincing, Jakarta Utara, makin keras. Aktivitas reklamasi dan pengurukan laut di sekitar Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN/KTU KBN Marunda) disebut menggerus lahan mencari ikan mereka.
Sejak proyek berjalan, area tangkapan yang selama ini jadi sumber nafkah menyusut drastis.
"Truk Dumtruk Jalan 24 Jam, Laut Kami Ditimbun"
Ketua Nelayan Cilincing, Riza, menyebut pengurukan berlangsung nonstop. Truk-truk pengangkut material dan puing keluar-masuk tanpa henti untuk menimbun laut di kawasan pelabuhan.
"Area yang biasanya jadi lokasi tangkapan sudah banyak diuruk. Nelayan sekarang makin jauh melaut untuk cari ikan," ujar Riza saat ditemui Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, bukan cuma hasil tangkapan yang berkurang. Jalur perahu nelayan juga makin sempit karena terhimpit area reklamasi.
Khawatir Ekosistem Pesisir Rusak
Riza khawatir dampaknya tak berhenti di ekonomi. Ia menilai pengurukan massal berpotensi merusak ekosistem pesisir Cilincing dan Marunda yang selama ini menopang kehidupan biota laut.
"Kami berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut jadi korban," tegasnya.
Proyek Perluasan Pelabuhan
Sementara itu, pihak pengembang menyebut proyek di Marunda merupakan bagian dari perluasan kawasan pelabuhan dan logistik Jakarta Utara. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas arus barang.
Namun bagi nelayan, perluasan itu terasa seperti pengusiran pelan-pelan dari laut yang sudah puluhan tahun mereka gantungkan hidupnya.
(Red: Niko Yj/Rosid)


