BANGKO NEWSLAN.ID. Pelayanan PDAM Tirta Merangin belakangan ini mengalami kendala serius. Tingginya tingkat kekeruhan air Sungai Merangin yang membuat pihak pengelola kesulitan mengolah air baku menjadi air bersih yang layak didistribusikan ke pelanggan. Sabtu 1 Agustus 2026.
Antoni Kurnia Putra, SE Direktur PDAM Tirta Merangin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas pelayanan yang belum maksimal. Pihaknya mengaku berada dalam situasi dilematis karena kondisi air baku saat ini sudah sangat jauh dari ambang batas syarat pengolahan.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan PDAM Tirta Merangin atas ketidaknyamanan dan gangguan distribusi air yang terjadi. Bahan baku air dari Sungai Merangin saat ini sangat keruh dan berlumpur ," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kekeruhan yang ekstrem ini tidak hanya menyulitkan proses sedimentasi dan filtrasi, tetapi juga memicu kerusakan pada sejumlah peralatan operasional PDAM.
"Air yang penuh lumpur dan endapan keras membuat mesin pompa serta alat penyaringan cepat aus dan rusak. Tim teknis kami di lapangan terus bekerja ekstra keras untuk melakukan perbaikan dan perawatan instrumen pengolahan agar distribusi tetap bisa berjalan, meskipun belum bisa maksimal," tambahnya.
Pihak PDAM Tirta Merangin berharap ada penanganan komprehensif dari pihak-pihak terkait untuk menertibkan aktivitas penambangan liar di hulu sungai. Pasalnya, jika kondisi Sungai Merangin terus tercemar berat, dampaknya akan langsung dirasakan oleh ribuan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air bersihnya pada PDAM.
Untuk sementara waktu, pelanggan diimbau untuk memaklumi kondisi ini serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya penurunan debit atau penghentian aliran secara berkala saat proses pembersihan dan perbaikan alat berlangsung. Redaksi


