Cilacap, Newslan.id ā Temuan mengejutkan muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan pemerintah daerah menemukan sekitar 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga fiktif.
Titik-titik tersebut tercatat dalam sistem sebagai lokasi dapur MBG, namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, sejumlah lokasi tidak ditemukan bangunan maupun fasilitas dapur sebagaimana mestinya.
Lebih mengejutkan lagi, sebagian titik yang terdaftar justru berada di area persawahan, kawasan hutan, hingga lokasi pemakaman. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait validitas data yang digunakan dalam pendataan dan pengembangan program MBG.
Menyikapi temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengambil langkah cepat dengan menutup sementara portal pendaftaran titik SPPG baru. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi proses pembersihan data serta verifikasi menyeluruh terhadap seluruh titik yang telah terdaftar.
Temuan itu juga memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik pendirian SPPG yang belakangan menjadi perhatian publik. Dugaan tersebut kini menjadi sorotan berbagai pihak yang meminta agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan tuntas.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, validitas data dan pengawasan terhadap pelaksanaannya dinilai sangat penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini terus melakukan pendalaman guna memastikan jumlah titik yang bermasalah serta mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya pelanggaran dalam proses pendaftaran maupun pengelolaan data SPPG.
(Redaksi)


