MERANGIN, NEWSLAN.ID. Jagat publik Kabupaten Merangin kembali dihebohkan oleh manuver mencurigakan dari salah satu oknum yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di wilayah tersebut. Pasalnya, oknum yang bersangkutan diduga mulai sibuk menjual dan mengalihkan sejumlah aset berharga miliknya secara senyap.
Langkah terburu-buru ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Muncul dugaan kuat bahwa aksi cuci gudang aset tersebut sengaja dilakukan demi mengelabui tim auditor, menyusul adanya kabar pemeriksaan mendalam terkait laporan harta kekayaan selama yang bersangkutan memegang jabatan strategis di dunia pendidikan.
Dari informasi yang dihimpun tim investigasi Newslan.id di lapangan, aset-aset yang mulai berpindah tangan atau ditawarkan ke pihak ketiga meliputi properti dan kendaraan bernilai fantastis. Momen penjualan yang sangat berdekatan dengan rencana evaluasi dan audit internal ini dinilai sarat akan kejanggalan.
Seorang sumber kompeten yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan bahwa taktik ini disinyalir merupakan modus lama untuk memangkas profil kekayaan (asset stripping).
"Kalau asetnya sudah atas nama orang lain atau berubah jadi uang tunai yang disembunyikan, harapannya saat tim pemeriksa turun, kekayaan yang terlihat di permukaan tampak wajar dan pas-pasan," ujar sumber tersebut kepada Newslan.id
Namun, langkah oknum tersebut dinilai seolah menantang taji para penegak hukum dan lembaga audit modern. Pengamat hukum publik setempat menegaskan bahwa di era transparansi perbankan saat ini, menyembunyikan kekayaan hasil dari jabatan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Setiap transaksi penutupan aset, balik nama sertifikat, hingga lalu lintas dana di rekening dalam jumlah tidak wajar dipastikan akan meninggalkan paper trail (jejak dokumen) dan jejak digital yang kasat mata.
Menanggapi isu miring yang kian menggelinding bak bola salju ini, sejumlah elemen masyarakat Merangin mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Merangin serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam.
"Kami meminta lembaga terkait segera mengambil tindakan preventif. Jangan sampai audit baru berjalan setelah semua aset yang diduga bermasalah habis berpindah tangan. Ini menyangkut marwah dunia pendidikan di Merangin," tegas salah satu perwakilan warga. hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Newslan.id masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak-pihak terkait guna keberimbangan informasi. (Tim/Red)



