MERANGIN NEWSLAN.ID — Bak disengat tawon di siang bolong, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Merangin mendadak kalang kabut. Kedatangan tim penilai atau delegasi UNESCO yang seharusnya menjadi panggung prestasi, justru menjadi momen yang mendebarkan sekaligus memalukan. Bagaimana tidak? Geopark Merangin yang digadang-gadang sebagai warisan dunia, faktanya masih "dikangkangi" oleh aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Lebih miris dan bikin geleng-geleng kepala, desas-desus yang beredar kencang di tengah masyarakat menunjuk hidung oknum di lingkaran pejabat Merangin sendiri sebagai dalang atau penyokong (beking) dari rusaknya alam Geopark tersebut.
Sungguh sebuah ironi yang luar biasa telanjang. Di satu sisi, pejabat tampil di podium dengan dasi rapi, berpidato tentang pelestarian lingkungan dan pentingnya status UNESCO Global Geopark. Namun di sisi lain, jika dugaan itu benar, tangan-tangan kekuasaan mereka jugalah yang ikut merestui deru mesin dompeng merusak fosil-fosil purba yang tak ternilai harganya.
Sikap kalang kabut Pemda Merangin saat ini memperlihatkan dengan jelas pola klasik: Manajemen Kebakaran. Nanti kalau tamu mau datang, barulah sibuk melakukan razia, barulah sibuk menertibkan, dan barulah sibuk membersihkan lokasi agar terlihat "suci" di mata internasional. Pertanyaannya, ke mana saja aparat penegak hukum dan pemerintah daerah selama ini? Apakah harus menunggu orang asing datang dari Paris baru kita mau peduli pada alam kita sendiri?
Publik tidak bodoh. Rusaknya kawasan Geopark oleh aktivitas PETI yang terkesan abadi ini mustahil terjadi jika tidak ada kompromi tingkat tinggi. PETI di Merangin bukan lagi rahasia kecil, ini adalah industri ilegal yang terstruktur, sistematis, dan masif. Jika aktor intelektualnya benar-benar berasal dari lingkungan pejabat, maka ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan pengkhianatan terhadap daerah dan masa depan generasi Merangin.
Status UNESCO itu mahal dan terhormat. Sangat memalukan jika demi segelintir keuntungan pribadi para pemangku kebijakan, nama baik daerah dipertaruhkan di kancah internasional.
Newslan.id secara tegas mengingatkan Pemda Merangin dan aparat penegak hukum: Jangan hanya sibuk bersandiwara di depan tim UNESCO! Bersihkan Geopark Merangin dari hulu ke hilir. Jangan cuma pekerja kecil di lapangan yang dikorbankan, tetapi tangkap dan telanjangi para "pemain besar" yang duduk manis di kursi empuk pemerintahan jika mereka terbukti terlibat.
Jika kunjungan UNESCO ini hanya melahirkan aksi bersih-bersih kosmetik yang bersifat sementara, maka bersiaplah melihat Geopark Merangin dicoret, dan muka Merangin akan tercoreng di mata dunia. Saatnya bertindak jujur, atau lepas saja jabatan jika tak mampu menjaga amanah alam bumi tali undang tambang teliti ini!
(Redaksi Newslan.id)



