Merangin Newslan.id. Kerinduan itu nyata. Di setiap sudut warung kopi, di pinggiran bantaran sungai, hingga dalam obrolan hangat warga Merangin, ada satu nostalgia yang terus berulang: rindu akan aliran air sungai yang jernih seperti puluhan tahun silam.
Masa di mana dasar sungai yang berbatu dan berpasir terlihat jelas dari tepian, tempat anak-anak berenang tanpa rasa cemas, serta tempat para pencari ikan lokal dengan mudah memanen ikan-ikan segar berukuran besar.
Namun kini, gambaran indah itu seolah menjadi dongeng pengantar tidur. Sungai-sungai di Kabupaten Merangin telah banyak berubah warna—keruh, berlumpur, dan dalam beberapa kondisi tercemar parah akibat maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) serta perusakan lingkungan yang masif.
Pertanyaan mendasar yang bergema di benak seluruh warga adalah: Apakah mungkin Sungai Merangin kembali jernih seperti dulu?
Jawabannya: Sangat mungkin, tetapi membutuhkan keberanian politik, ketegasan hukum, dan komitmen bersama yang tak setengah-setengah.
Mengembalikan kejernihan sungai bukan sekadar mimpi di siang bolong jika seluruh elemen bersatu melakukan aksi nyata:
1. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Penyebab utama kekeruhan sungai adalah aktivitas merusak lingkungan. Tanpa ketegasan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menghentikan PETI secara permanen, upaya pemulihan apa pun akan sia-sia.
2. Solusi Ekonomi Alternatif bagi Masyarakat
Masyarakat yang bergantung pada aktivitas penambangan ilegal perlu diberi solusi mata pencaharian alternatif yang ramah lingkungan, seperti penataan sektor pertanian, perikanan darat, maupun pariwisata berbasis alam (ecotourism).
3. Rehabilitasi dan Penghijauan DAS (Daerah Aliran Sungai)
Penghijauan dan penanaman kembali vegetasi di hulu serta sepanjang bantaran sungai harus masif dilakukan untuk menahan erosi dan memulihkan ekosistem perairan.
4. Kesadaran Kolektif Menjaga Sungai
Masyarakat juga harus kembali menjadikan sungai sebagai "teras depan" kehidupan, bukan tempat pembuangan limbah maupun sampah.
Sungai Merangin bukan hanya urat nadi kehidupan ekonomi dan ekologi, tetapi juga identitas serta warisan budaya lokal. Menjaga sungai tetap bersih dan sehat adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
Kerinduan warga Merangin akan air sungai yang jernih bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan panggilan nurani dan tuntutan keadilan lingkungan.
Saatnya Pemerintah Kabupaten Merangin, aparat keamanan, dan seluruh lapisan masyarakat bergandengan tangan. Jangan biarkan impian melihat dasar sungai dari tepiannya menguap menjadi sejarah belaka. Sungai jernih Merangin bisa terwujud, asal kita berani memulainya hari ini.
Redaksi



