Merangin Newslan.id. Sorotan tajam kini tertuju pada Gubernur Jambi, Al Haris. Langkahnya yang belakangan gencar menyuarakan penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Geopark Merangin mulai dipertanyakan publik. Apakah ini sebuah ketegasan yang murni demi menyelamatkan warisan dunia, atau sekadar drama "bersih-bersih" sesaat menjelang kedatangan tim investigasi dari UNESCO?
Kondisi di lapangan justru menunjukkan ironi yang menyakitkan. Di saat tim penilai dari lembaga internasional tersebut bersiap menginjakkan kaki untuk melakukan investigasi dan evaluasi, wilayah Geopark Merangin dikabarkan justru makin diserbu oleh para pelaku PETI. Mesin-mesin dompeng masih menderu, merusak bentang alam yang seharusnya dilindungi.
Lebih miris lagi, embusan informasi di kalangan akar rumput menyebutkan adanya indikasi bahwa sebagian pelaku penambangan liar berani beroperasi karena mengklaim memiliki kedekatan dengan lingkaran dalam sang gubernur. Isu "orang dekat" ini jelas menjadi tamparan keras bagi wibawa pemerintah provinsi. Jika informasi sepoi-sepoi ini benar, maka retorika tegas yang selama ini dilemparkan ke media tak lebih dari panggung sandiwara.
Geopark Merangin bukan sekadar aset lokal. Ia adalah warisan geologi dunia yang diakui internasional. Membiarkan PETI merajalela di kawasan ini—terlebih dengan adanya dugaan perlindungan terstruktur—sama saja dengan menggadaikan harga diri daerah di mata dunia. Jika status Geopark ini dicabut atau diberi rapor merah oleh UNESCO akibat pembiaran kerusakan lingkungan, Jambi akan menanggung malu yang teramat besar.
Kita tidak butuh ketegasan pura-pura atau operasi penertiban yang bocor sebelum dimulai. Masyarakat Jambi butuh bukti nyata. Gubernur Al Haris harus berani membuktikan bahwa hukum tidak pandang bulu, bahkan jika harus menindak mereka yang mengaku sebagai "orang dekatnya" sekalipun.
Jangan sampai, demi syahwat ekonomi segelintir oknum yang merasa kebal hukum, masa depan lingkungan dan marwah Merangin di panggung dunia dikorbankan begitu saja. Tim UNESCO akan segera datang, dan mereka tidak bisa dikelabui oleh sekadar janji manis di atas kertas. Saatnya bertindak nyata, Pak Gubernur!



