Di tengah perbedaan penentuan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat Islam untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan cerdas dan tasamuh. Menurut Haedar, perbedaan awal Ramadan tidak harus menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kesempatan untuk meningkatkan takwa dan memperbaiki akhlak.
Haedar menekankan bahwa umat Islam harus memfokuskan pada hal substantif, yaitu bagaimana puasa dapat menjadi jalan bagi setiap muslim untuk menggapai ketaqwaan. Dengan demikian, hubungan sosial kemasyarakatan juga dapat menjadi lebih baik, dengan menebar kebaikan hidup bagi sesama dan lingkungan semesta. Haedar juga berpesan agar umat Islam tidak terganggu oleh hiruk pikuk kehidupan, termasuk perbedaan awal Ramadan, dan dapat menjalankan puasa dengan tenang, damai, dan penuh kematangan.
Peran Puasa dalam Meningkatkan Takwa
Puasa Ramadan diharapkan dapat menjadi jalan untuk menjaga dan memperbaiki akhlak harian serta akhlak publik seorang muslim. Menurut Haedar, puasa dapat melatih umat Islam untuk hidup efisien, prihatin, dan hemat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup umat Islam, terutama di bidang ekonomi. Haedar juga menekankan bahwa puasa dapat melatih umat Islam untuk tahan diri, hatta di saat ada pihak yang mengajak kita berkonflik atau bertengkar.
Haedar berpandangan bahwa umat Islam harus menjadi umat yang terbaik, baik dalam kerohanian maupun dalam hal keilmuan. Dengan demikian, umat Islam dapat meraih kemajuan hidup dan menjadi umat yang maju dalam berbagai aspek kehidupan. Haedar juga berpesan agar puasa Ramadan menjadi waktu untuk mencapai kemajuan hidup, selaras dengan substansi dari takwa yang ingin diraih setiap muslim yang berpuasa.
Sidang isbat pemantauan hilal 1 Ramadan yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sore hari ini diharapkan dapat menentukan awal Ramadan dengan pasti. Namun, perbedaan penentuan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah tetap menjadi perhatian. Menurut Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin, perbedaan penentuan awal Ramadan kali ini karena ada dua hilal yang dipakai, yaitu hilal global vs hilal lokal.



