Newslan-id. Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda menegaskan bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto menghapus utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang terdampak bencana di Sumatera merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
Anto menilai langkah ini bukan hanya respons cepat atas musibah yang merusak lahan pertanian, tetapi juga menunjukkan paradigma kepemimpinan Prabowo yang menempatkan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama.
Sejumlah wilayah di Sumatera beberapa waktu terakhir dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang menyebabkan ribuan hektare sawah dan ladang rusak total. Banyak petani kehilangan seluruh hasil panen bahkan tidak memiliki modal untuk memulai kembali proses tanam.
Dalam situasi tersebut, beban cicilan KUR menjadi tekanan tambahan bagi petani kecil. Banyak di antara mereka yang tidak lagi memiliki kemampuan membayar karena kerusakan lahan termasuk dalam kategori force majeure.
Melihat kondisi itu, Presiden Prabowo saat kunjungan langsung ke titik terdampak menyatakan bahwa utang KUR para petani yang benar-benar kehilangan kemampuan produksi akan dihapuskan sepenuhnya.
Anto Kusumayuda menyambut keputusan tersebut dengan penuh apresiasi. Ia menyebut kebijakan ini sebagai “langkah berani dan sangat pro-rakyat”.
“Presiden Prabowo menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat kecil. Menghapus utang KUR petani terdampak bencana adalah kebijakan kerakyatan yang jarang dilakukan pemimpin Indonesia sebelumnya,” tegas Anto, Senin (8/12/2025).
Menurut Anto, petani adalah kelompok yang paling rentan ketika bencana terjadi, karena kerusakan lahan langsung mematikan sumber penghidupan mereka. Dengan adanya penghapusan utang, petani memiliki kesempatan untuk memulai kembali usaha tani tanpa dibebani kewajiban kredit yang mereka tidak mampu bayar.
Ia menambahkan bahwa langkah ini menggambarkan kepedulian Prabowo terhadap ketahanan pangan nasional, karena pemulihan petani berarti menjaga stabilitas produksi pangan dalam jangka panjang.
Selain menghapus utang, pemerintah juga mempersiapkan paket pemulihan sektor pertanian, mulai dari rehabilitasi irigasi, bantuan bibit, hingga pendampingan teknis agar petani bisa kembali menanam secepat mungkin.





