Memuat Berita...
Memuat Berita...




Newslan-id Parung – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, berlangsung di Klinik Utama Rawat Inap (KURI) Parung, Selasa (23/12/25).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa momentum penandatanganan PKS ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah regional Bogor Raya.
“Langkah ini semakin relevan karena Pemerintah Pusat telah menetapkan Bogor Raya sebagai wilayah prioritas pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL),” ujar Rudy.
TPAS Galuga merupakan salah satu titik krusial dalam sistem pengelolaan sampah di wilayah Bogor Raya, dengan volume sampah mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Kondisi ini menuntut keberanian dalam pengambilan keputusan, kesiapan berbagi peran, serta kerja sama yang konsisten dan berkelanjutan.
“Penyelesaian persoalan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari akses jalan menuju TPAS Galuga, pengelolaan air dan PDAM, hingga kesiapan infrastruktur energi dan pengairan yang mendukung operasional PSEL,” ujarnya.
Bupati Bogor menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah untuk menjawab persoalan persampahan yang semakin kompleks. Penandatanganan PKS ini menjadi momentum penting bagi kedua daerah Pemkab dan Pemkot Bogor untuk meneguhkan komitmen bersama, menghadirkan sistem persampahan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan melalui pengelolaan terpadu TPAS Galuga, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi persampahan.
“Dengan sinergi, komitmen, dan kerja nyata, kita dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, mewujudkan Bogor Raya yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan PSEL di Galuga.
Menurut Dedie, melalui proses yang cukup panjang, Kota dan Kabupaten Bogor menjadi fokus perhatian khusus pemerintah pusat.
“Proses pengadaan kontraktor akan mengikuti mekanisme kerja sama dengan KLH. Saat ini yang penting administrasi antara Pemkab dan Pemkot selesai. Dengan PKS ini, langkah pembinaan sudah siap, tinggal tahap pembangunan,” jelasnya.
Wali Kota Dedie juga menekankan pengelolaan sampah yang tepat, termasuk pemisahan antara sampah kombinasi baru dan lama.
“Sampah lama tetap diambil, tetapi material metal, tanah, dan botol bening tidak boleh masuk ke sistem PSEL,” tambahnya.
Melalui penandatanganan PKS ini, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor berharap TPAS Galuga dapat menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu yang efisien dan ramah lingkungan di Bogor Raya.
|Mrc
Memuat Produk...

Perak menawarkan potensi keuntungan besar sebagai alternatif investasi logam mulia.

Perak menjadi pilihan investasi yang menjanjikan dengan nilai strategis dan kemurnian tinggi.

Ketidakstabilan ekonomi Iran mempengaruhi nilai tukar mata uangnya, namun masyarakat setempat lebih familiar dengan istilah "toman" daripada "rial".

Polres Merangin melalui Satreskrim mendampingi kegiatan kunjungan kerja Direktur Keanekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi Jambi di Pasar Baru Bangko, Senin

Newslan.id Tanggamus,//Bupati Tanggamus,Moh,Saleh Asnawi resmi melantik lima Pengganti Antar Waktu (PAW) Kepala Pekon Terpilih, Pelantikan…