PALEMBANG (Newslan.id) – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepulan asap pekat kembali mengepung wilayah Sumatera Selatan. Pagi ini, Jumat (16/10/2026), kabut asap tebal melimputi ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang, khususnya dari titik kilometer (KM) 351 hingga ke gerbang keluar Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI).
Kondisi jalur bebas hambatan tersebut dilaporkan berada dalam taraf amat membahayakan bagi seluruh pengguna jalan. Jarak pandang merosot tajam akibat kepulan asap padat yang membumbung dan menyelimuti permukaan jalan, memicu potensi kecelakaan beruntun jika tidak diantisipasi dengan kewaspadaan ekstra.
Informasi mengenai kondisi kritis ini disampaikan langsung oleh Jamal, seorang pengemudi travel antar-kota yang melintas di lokasi kejadian pada pukul 06.00 WIB. Menurut kesaksiannya, ketebalan asap pada pagi hari ini jauh lebih parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Kondisinya sangat parah pagi ini. Di KM 351 sampai arah Kayuagung, jarak pandang benar-benar terbatas. Cahaya lampu utama mobil pun kesulitan menembus pekatnya asap. Pengendara terpaksa merayap dan membunyikan lampu hazard untuk menghindari benturan dari belakang," ujar Jamal saat memberikan keterangan.
Dampak dari tingginya intensitas kabut asap ini membuat laju kendaraan melambat drastis. Sejumlah armada transportasi umum dan kendaraan pribadi memilih untuk menurunkan kecepatan hingga di bawah 20 km/jam, bahkan beberapa pengemudi sempat menepi di bahu jalan menunggu celah pandang membaik.
Hingga berita ini diturunkan, imbauan kewaspadaan terus disuarakan bagi masyarakat dan penyedia jasa transportasi yang hendak melintasi jalur Kayuagung menuju Palembang maupun sebaliknya:
Nyalakan Lampu Utama & Hazard: Pastikan seluruh sistem pencahayaan kendaraan berfungsi optimal guna memberi penanda bagi pengendara lain.
Jaga Jarak Aman: Tingkatkan jarak antar-kendaraan minimal dua kali lipat dari jarak normal untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
Gunakan Masker di Dalam Kabin: Sirkulasi udara luar yang terhirup berisiko mengganggu kesehatan pernapasan.
Patuhi Arahan Petugas Tol: Pantau pembaruan status lalu lintas dari pihak pengelola jalan tol dan Kepolisian Lalu Lintas setempat.
Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Badan Kependudukan dan Penanggulangan Bencana serta satgas karhutla, segera mengambil tindakan cepat di lapangan untuk memadamkan titik api yang menjadi sumber utama kepulan asap pekat ini.
Redaksi
