Newslan-id Lampung Timur – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) kapal nelayan yang terdampar di Pulau Segama, Kabupaten Lampung Timur, pada Selasa pagi, 20 Januari 2026.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, saat dihubungi dari Lampung Selatan, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi.
“Alhamdulillah, proses penyelamatan terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang mengalami kebocoran dan tenggelam di sekitar Pulau Segama, Lampung Timur, telah berhasil dilakukan,” ujar Rezie.
Ia menjelaskan, lima nelayan yang terdampar tersebut merupakan warga Desa Keramat, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Kelima ABK itu masing-masing bernama Muktar, Kadir, Samsul, Saldi, dan Yaldi.

Peristiwa ini bermula saat kapal nelayan tersebut berangkat melaut dari Pelabuhan Bakauheni pada Selasa, 20 Januari 2026. Namun di tengah perjalanan, kapal diterjang cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga mengalami kebocoran dan akhirnya tidak dapat melanjutkan pelayaran.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya nelayan yang terdampar dan membutuhkan pertolongan. Setelah itu, tim SAR langsung menyiapkan peralatan dan bergerak menuju lokasi kejadian,” jelasnya.
Tim SAR menuju lokasi menggunakan KN SAR Basudewa. Sebelumnya, kapten kapal sempat menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan posisi terakhir kapal di sekitar Pulau Segama. Jarak tempuh dari Bakauheni menuju Pulau Segama diperkirakan sekitar tiga jam.
Setelah dilakukan pencarian, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi ke tempat aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut Tutupnya.”
(Ardiyanto)












