SUNGAI BERINGIN, NEWSIAN.ID – Suasana damai yang selama ini dirasakan warga Dusun Sungai Beringin kini berubah drastis. Deru mesin alat berat bertenaga besar setiap hari memecah keheningan, menandai masifnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi secara terang-terangan di dekat pemukiman warga.
Ironisnya, aktivitas ilegal ini terpantau sangat dekat dengan fasilitas ibadah seperti masjid. Para pekerja tambang terus beroperasi siang dan malam tanpa memedulikan waktu istirahat masyarakat sekitar. Rasa tidak nyaman kini membayangi kehidupan sehari-hari warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keresahan mendalam yang dirasakan oleh mayoritas warga diduga sengaja dibungkam dan dikendalikan oleh segelintir oknum dari dalam dusun itu sendiri. Oknum-oknum tersebut ditengarai bekerja sama dengan pihak luar yang datang demi mengeruk keuntungan pribadi, tanpa memedulikan ruang hidup masyarakat yang perlahan hancur.
Tidak hanya merusak ketenteraman, aktivitas tambang ilegal ini juga mengancam infrastruktur penting. Jembatan gantung yang menjadi urat nadi transportasi dan penghubung utama aktivitas ekonomi warga kini kondisinya terancam rusak. Alam sekitar mulai terkikis, ruang gerak warga dibatasi, dan kedamaian dusun seolah digadaikan demi kepentingan materi sepihak.
Melihat situasi yang kian memprihatinkan, arus perlawanan mulai disuarakan, terutama dari generasi muda setempat. Di tengah rasa takut dan ketidakberdayaan yang menyelimuti para orang tua akibat tekanan serta intimidasi dari segelintir pihak, pemuda diharapkan mampu menjadi benteng terakhir untuk menyelamatkan dusun.
Mengingat jaringan pelaku PETI ini bergerak secara terorganisir, perlawanan tidak lagi bisa dilakukan secara individu atau sendiri-sendiri. Generasi muda Dusun Sungai Beringin kini didorong untuk membentuk satu ikatan atau forum komunikasi yang solid.
"Masa depan Dusun Sungai Beringin tidak ditentukan oleh mereka yang membawa mesin perusak, melainkan oleh keberanian pemuda yang menolak untuk diam. Ini saatnya menyatukan visi untuk membela hak hidup, menjaga alam, dan menyelamatkan masa depan tanah kelahiran," ujar salah satu perwakilan pemuda setempat melalui seruan moralnya.
Gerakan ini menekankan pentingnya menghilangkan sekat perbedaan demi satu tujuan: melawan aktivitas PETI secara cerdas, legal, dan memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan serta keselamatan warga.
Reporter: Dura Arah
Editor: Redaksi Newslan.id



