Merangin Newslan.id. Praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin kian tidak terkendali dan makin mengangkangi hukum. Di Desa Tanjung Lamin, sekitar 14 unit rakit dompeng beroperasi secara terbuka persis di bawah Jembatan Gantung. Aktivitas perusakan lingkungan ini dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang oleh siapa pun yang melintas di atas jembatan.
Para pelaku penambang liar tidak lagi sembunyi-sembunyi, melainkan mempertontonkan kejahatan lingkungan secara terang-terangan tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.
Kerakusan para pelaku PETI kini langsung mengancam keselamatan dan pemukiman warga setempat:
Ancaman Fisik Pemukiman: Rakit-rakit dompeng beroperasi sangat dekat dengan bantaran sungai, mengikis pondasi dan mengancam merobohkan rumah-rumah warga di pinggir sungai.
Teror dan Intimidasi: Warga tak berdaya dan dicekat rasa takut luar biasa. Setiap kali warga berupaya melarang atau protes, para pelaku tidak segan mengancam akan membakar rumah warga.
Masyarakat kini hidup dalam cengkeraman ketakutan, terisolasi di tanah kelahiran mereka sendiri akibat intimidasi kelompok penambang liar yang arogan.
Ketamakan para pelaku PETI meluap menjadi aksi kriminalitas terbuka. Informasi terkonfirmasi menyebutkan bahwa jurnalis Ahmad Sutari dari media Info Negeri Jambi akan menjadi korban penyerangan saat bertugas melakukan pengawasan dan peliputan di lokasi. Para pelaku yang berada di atas rakit dompeng mengancam melempari wartawan menggunakan batu, seperti yang disampaikan kepada Redaksi Newslan.id.
Tindakan ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman nyata terhadap kebebasan pers dan bentuk kekerasan terbuka untuk menutupi kejahatan lingkungan mereka.
Keberadaan 14 rakit dompeng yang beroperasi bebas, aksi teror pembakaran rumah warga, hingga pelemparan batu terhadap jurnalis adalah bukti nyata runtuhnya wibawa hukum di Desa Tanjung Lamin jika terus dibiarkan. Polres Merangin dan Polda Jambi dituntut untuk segera menindak tegas, membongkar seluruh rakit dompeng, serta menangkap para pelaku dan otak di balik operasi PETI ini sebelum jatuh korban jiwa atau kerugian materiil yang lebih besar.
Reporter: Musayarif


