MERANGIN, NEWSLAN.ID – Baju Adat Jangkat kembali jadi perbincangan di tengah upaya pelestarian budaya lokal. Busana tradisional dari Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin ini menyimpan nilai filosofi, sejarah, dan identitas masyarakat Suku Serampas.
KOMENTAR: LEBIH & KURANGNYA
1. Nilai Plus Baju Adat Jangkat
- Identitas Kuat: Motif, warna, dan aksesoris punya makna adat. Kain songket Jangkat, hiasan kepala, dan pernak-pernik kuningan jadi pembeda dari baju adat lain di Jambi.
- Nilai Sejarah: Dipakai turun-temurun dalam upacara adat, batimbang, hingga penyambutan tamu kehormatan. Cermin strata sosial & kearifan lokal Suku Serampas.
- Potensi Ekonomi Kreatif: Jika dikembangkan, bisa jadi produk UMKM, suvenir, dan daya tarik wisata budaya Geopark Merangin.
- Dokumentasi Budaya: Fisik baju adat adalah arsip hidup. Generasi muda bisa belajar langsung soal teknik tenun, makna simbol, dan tata cara pemakaian.
2. Catatan Kekurangan/Tantangan
- Regenerasi Perajin: Penenun songket Jangkat makin sedikit. Butuh pelatihan agar anak muda mau mewarisi.
- Mahal & Rumit: Bahan asli dan proses pembuatan lama membuat harga tinggi. Kurang praktis untuk kegiatan harian.
- Minim Sosialisasi: Banyak anak Merangin belum kenal detail Baju Adat Jangkat. Kalah pamor dibanding baju adat Melayu Jambi secara umum.
- Risiko Modifikasi Berlebihan: Jika tren “modernisasi” kebablasan, makna filosofis bisa hilang.
APAKAH BAGUS UNTUK DILESTARIKAN?
Jawab: Sangat bagus, bahkan wajib.
Alasannya:
1. Kekayaan Budaya Tak Ternilai: Baju Adat Jangkat bagian dari 8 ikon budaya Merangin selain Tari Tauh, Niti Rajo, dan Rumah Tuo. Hilang satu, hilang identitas.
2. Penguat Geopark Merangin: UNESCO menilai kekayaan budaya sebagai syarat Geopark. Baju adat bisa jadi konten museum & paket wisata budaya.
3. Diplomasi Daerah: Bisa dipakai duta budaya Merangin di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
4. Pendidikan Karakter: Mengenalkan ke sekolah = menanam cinta daerah sejak dini.
REKOMENDASI PELESTARIAN
1. Masuk Kurikulum Muatan Lokal SD-SMA di Merangin.
2. Festival Baju Adat Jangkat tiap Hari Jadi Merangin atau HUT Kecamatan Jangkat.
3. Subsidi Perajin: Pemkab bantu modal & pemasaran tenun Jangkat.
4. Digitalisasi: Buat katalog 3D, video tata cara pakai, dan sejarah di website Disbudpar.
5. Wajib Pakai Saat Hari Adat: ASN & pelajar pakai saat Kamis/Bulan Adat.
Baju Adat Jangkat bukan sekadar kain. Ia cerita, marwah, dan doa leluhur Suku Serampas. Melestarikannya berarti menjaga napas Merangin tetap hidup di tengah gempuran budaya global.
Newslan.id membuka ruang: Silakan warga Jangkat, tokoh adat, budayawan, dan Disbudpar Merangin beri masukan untuk memperkaya narasi pelestarian ini.
Reporter: Biro Merangin Newslan.id - Rawat Budaya, Jaga Marwah Daerah
Tag: #BajuAdatJangkat #BudayaMerangin #SukuSerampas #SongketJangkat #GeoparkMerangin #PelestarianBudaya #Jambi #WarisanLeluhur





