NEWSIAN.ID, MERANGIN – Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kabupaten Merangin kini berada dalam ancaman serius akibat maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Menyikapi krisis ekologi dan maraknya perusakan lingkungan hingga ke zona inti, Balai TNKS menggelar Rapat Koordinasi Penanganan PETI bersama stakeholder terkait di Ruang Rapat Kantor Bidang Pengelolaan TNKS Wilayah I Kab. Merangin, Rabu (2/9/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai TNKS Kab. Merangin, M. Zainuddin, S.P., M.M., M.Si., menghadirkan lintas instansi vital, mulai dari Balai Gakkum LH Wilayah Sumatera, Kodim 0420/Sarko, Polres Merangin, Kejari Merangin, Kesbangpol, hingga UPTD KPHP dan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Merangin.
Dalam paparan perdananya, Zainuddin menegaskan bahwa ancaman aktivitas ilegal ini telah merambah zona inti TNKS Merangin. Sebaran titik PETI terdeteksi meluas di sepanjang aliran Sungai Air Liki, Sungai Maliki, Sungai Masumai, hingga ke kawasan Hulu dan Hilir Sungai Penetai serta Sungai Serpeh yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kerinci.
"Lokasi terparah berada di Hulu Sungai Penetai. Selama ini penertiban kerap terhambat kebocoran informasi yang tersistematis, melibatkan jaringan pemasok BBM hingga warga lokal. Yang kita sasar ke depan bukan sekadar pendulang rakyat, tetapi melumpuhkan aktor utama dan penyokong pemodal PETI," tegas Zainuddin.
Menanggapi ancaman tersebut, Balai Gakkum LH Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pos Jambi yang diwakili Hefendri menegaskan kesiapannya memfasilitasi tindakan hukum tegas. Pihaknya menginstruksikan pengiriman Tim Intelijen untuk mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) selama 1 hingga 2 minggu guna memetakan Target Operasi (TO) sebelum meluncurkan Tim Gabungan Aparat Penegak Hukum (APH).
Langkah penindakan terukur dan tanpa kompromi turut disuarakan Kepolisian dan TNI. Kabag Ops Polres Merangin, AKP Edi Bernawan, S.H., menegaskan bahwa pola penindakan tidak lagi sekadar patroli atau imbauan spanduk yang terbukti tidak efektif.
"Tim harus bertindak tegas. Opsi terbaik di lapangan adalah penghancuran langsung alat berat (eksavator) PETI di lokasi dengan melibat teknisi pembongkaran, sebab evakuasi alat keluar area rawan penghadangan massa," tegas AKP Edi Bernawan.
Rapat koordinasi ini menyepakati pembentukan formulasi operasi terpadu, pemetaan titik koordinat target, pengusutan nomor rangka alat berat untuk melacak pemilik resmi, serta koordinasi penindakan lintas batas wilayah bersama Pemkab Kerinci guna memberantas kejahatan lingkungan di kawasan TNKS hingga ke akar-akarnya.
Redaksi


