Penulis: Nurul Azizah
Semarang Newslan.id. Rasanya bangga sekali bisa berkumpul bersama teman-teman seperjuangan di bawah naungan kementerian agama Provinsi Jawa Tengah wabil khusus Kemenag Kota Semarang. Teman-teman semua pemeluk agama berkumpul di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang dalam rangka ikut pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang Jawa Tengah Sabtu malam (12/9). MTQ itu sendiri merupakan festival atau ajang kompetisi keagamaan Islam di Indonesia yang bertujuan untuk mengagungkan dan mempraktekkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ adalah wujud mencintai dan memuliakan Al-Qur'an. Tentunya para peserta sudah pasti bisa dan fasih membaca Al-Qur'an. Ajang ini tidak hanya mencari qori, qoriah, hafidz atau hafidzah terbaik, tetapi juga sarana syiar Islam dan upaya menggali nilai luhur Al-Qur'an "Pancaran Illahi" sebagai pedoman hidup.
Penulis sangat bangga sebagai warga Semarang, karena kota tercinta ini baru di datangi banyak kafilah dari 37 Provinsi. Jumlah peserta 2.242 peserta, yang terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 cadangan.
Mereka berlaga dalam 8 cabang lomba, yaitu 1). Seni baca Al-Qur'an 329, 2). Qiraat Al-Qur'an 184, 3). Hafalan Al-Quran 331, 4). Tafsir Al-Quran 130, 5). Fahmil Qur'an 196, 6). Syarhil Qur'an 202, 7). Seni Kaligrafi Al-Qur'an 315, dan 8). Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an 64.
Menurut penulis MTQ bukan sekedar mencari siapa yang terbaik dalam perlombaan. Tetapi lebih dari itu, yaitu MTQ merupakan ajang ruang bersilaturahmi, memperkuat ukuwah, sekaligus menghadirkan nilai-nilai isi Al-Qur'an serta mencintai dan memuliakan Al-Qur'an tidak hanya di atas panggung perlombaan tetapi melekat erat dalam hati sanubari dan akan tampak jelas dari pribadi kita sehari-hari sebagai hamba yang mencintai Al-Qur'an.
Masyarakat Kota Semarang, Sabtu malam 12 September 2026 tumplek blek hadir di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Baik yang Islam maupun teman-teman kita dari agama lain. Begitu meriah malam itu. Warga Semarang memadati jalanan di bundaran Simpang Lima dengan pancaran sinar lampu warna-warni. Seakan-akan jalan utama Kota Semarang milik warga Semarang, karena ingin menyambut para Kafilah dari 37 Provinsi.
MTQ XXXI hadir di Semarang dengan antusiasme yang luar biasa dari seluruh masyarakat. Sabtu malam MTQ dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Dan Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar memberikan sambutan dimalam pembukaan MTQ (12/9). "MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia".
Penulis puas dengan kinerja panitia MTQ XXXI di Semarang. Lapangan Pancasila disulap dengan apik dan aneka lampu warna-warni yang mewah dan terang. Panggung besar dihadirkan, serta tenda-tenda untuk duduk peserta kafilah.
Suasana akrab tampak jelas bagi seluruh peserta yang hadir mulai dari para menteri, terutama menteri agama, Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, para kafilah, para pejabat, LPTQ, dewan hakim, TNI Polri, berbagai unsur dari seluruh Indonesia bertemu dalam semangat yang sama yaitu mempersatukan umat manusia melalui "Pancaran Illahi".
MTQ dilaksanakan tanggal 11-20 September 2026. 11 September kedatangan para kafilah seluruh Indonesia, 12 September paginya ada karnaval, malamnya pembukaan MTQ di lapangan Pancasila, 13-19 September acara inti lomba MTQ dan 20 September 2026 penutupan.
Dari Semarang kita bersilaturahmi dalam merajut ukhuwah, kuatkan syiar Islam dan membumikan Al-Qur'an untuk Indonesia. Upaya nyata untuk mewujudkan nilai-nilai, ajaran dan pesan moral Al-Qur'an agar hidup dan membumi di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Nurul Azizah, penulis buku "Dari Perempuan NU Untuk Indonesia" minat hubungi Penulis.


