NEWSLAN.ID | NTT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait guncangan gempa bumi yang melanda wilayah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
Berdasarkan pemutakhiran data resmi BMKG pada pukul 05.09 WIB, kekuatan gempa dikonfirmasi meningkat menjadi Magnitudo 7,7. Episenter gempa terletak di laut pada koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur, atau tepatnya 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Seiring melonjaknya skala magnitudo tersebut, BMKG resmi memperluas jangkauan Peringatan Dini Tsunami yang kini mencakup empat provinsi: Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peta Potensi Ancaman Tsunami
Berdasarkan hasil pemodelan numerik BMKG, penetapan status ancaman gelombang pasang dibagi menjadi dua tingkatan:
STATUS SIAGA:
Provinsi NTT: Wilayah utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Ende, dan Sikka.
Provinsi Sulsel: Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
STATUS WASPADA:
Provinsi NTT: Pulau Ende, Pulau Sikka, dan Flores Timur bagian utara.
Provinsi NTB: Kota Bima, serta sejumlah titik di Kabupaten Bima dan Dompu.
Provinsi Sultra: Kota Baubau.
Provinsi Sulsel: Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, dan Kota Palopo.
Hasil simulasi BMKG mengindikasikan bahwa estimasi kedatangan gelombang tsunami paling awal diproyeksikan menyapu wilayah pesisir utara Manggarai dan Ngada (NTT) mulai pukul 05.02 WIB.
Himbauan Resmi Bagi Pesisir
Pihak BMKG mengimbau masyarakat yang berada di sepanjang kawasan pesisir pantai dalam daftar zona peringatan untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi dan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak berwenang setempat.
Warga diingatkan untuk tetap waspada, tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum terverifikasi, dan terus memantau pembaruan data berkala melalui kanal resmi BMKG. Redaksi


