MERANGIN, NEWSLAN.ID – Dugaan tindakan kekerasan oknum aparat kembali mencuat dan menggegerkan warga Kabupaten Merangin. Seorang warga bernama Rinto, yang beralamat di Lorong Pendidikan, RT 20, Kelurahan Pematang Kandis, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka lebam setelah sempat diamankan oleh pihak kepolisian, Rabu (8/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi Newslan.id, kronologi kejadian bermula pada Selasa malam (7/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, tepatnya setelah waktu isya. Korban dijemput dari kediamannya oleh sejumlah anggota kepolisian dengan alasan terkait kasus dugaan narkoba.
Namun, setelah satu malam berada di kantor polisi, pihak keluarga mendapati korban diantar oleh anggota kepolisian ke RSUD dalam kondisi yang sudah drop pada pagi harinya sekitar pukul 08.00 WIB.
Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, pihak keluarga berinisiatif untuk segera merujuk korban ke rumah sakit di Kota Jambi demi mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Nahas, saat kendaraan yang membawa korban hendak mengisi bahan bakar di tengah perjalanan, Rinto mengembuskan napas terakhirnya.
Kecurigaan pihak keluarga memuncak saat adik korban memeriksa kondisi fisik jasad kakaknya. Pihak keluarga menemukan banyak luka lebam yang diduga akibat hantaman benda tumpul di sekujur tubuh korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih terpukul dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi selama korban berada di dalam ruang pemeriksaan. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kematian maupun dugaan penganiayaan yang dialami oleh korban. Pihak keluarga menuntut keadilan dan kejelasan hukum atas tragedi yang menimpa Rinto. (Red)



