Penulis: Nurul Azizah
Semarang Newslan.id . Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta pada hari Jum'at 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.
Acara bersejarah ini berlangsung di halaman depan rumah kediaman Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta Pusat.
Naskah proklamasi dirumuskan oleh Soekarno, Moh Hatta dan Ahmad Subardjo di rumah Laksamana Maeda pada malam hingga dinihari sebelum pembacaan. Naskah diketik oleh Sayuti Melik.
Pengibar bendera merah putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo setelah teks dibacakan.
Kabar kemerdekaan disebarkan melalui pamflet, radio serta kantor berita Domei agar seluruh rakyat cepat mengetahui.
Selamat ulang tahun Indonesia ku ke-81, aku bangga dengan negeri ini.
Kemerdekaan seharusnya dilalui dengan penuh kegembiraan tetapi tangan-tangan kotor telah merusak makna kemerdekaan itu sendiri.
Tangan-tangan kotor dari para koruptor menjadikannya negeri ini tertinggal dari negara lain. Tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan sosial, serta egoisme kelompok yang menggerus cita-cita luhur para pendiri bangsa. Kemerdekaan Indonesia diraih agar bangsa ini bermartabat, bisa disejajarkan dengan bangsa lain. Diakui sebagai bangsa yang merdeka bebas dari belenggu penjajahan.
Kemerdekaan yang diraih dengan air mata, kini menghadapi kenyataan pahit karena kemakmuran dan kesejahteraan jauh dari kenyataan. Sudah 81 tahun Indonesia merdeka seharusnya sudah menikmati kehidupan dengan hati yang tenang dan semakin dewasa. Tapi kita dihadapkan pada kenyataan banyak tokoh-tokoh bangsa ini, pejabat-pejabat negeri ini melakukan kolusi dan korupsi. Koruptor menghabiskan anggaran negara yang seharusnya dipakai untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, kenyataannya banyak warga yang belum merasakan kemerdekaan ekonomi, layanan kesehatan yang layak dan pendidikan bermutu.
Masih saja ada beberapa orang sengaja memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa demi kekuasaan sesaat. Kekuasaan dikangkangi oleh manusia yang rakus dengan harta, tahta dan menjadikannya keturunan nya bisa berkuasa di negeri ini. Walau anaknya tidak mampu, manja dan kurang pengalaman dan cenderung kosong pikirannya.
Selain itu adanya eksploitasi terhadap lingkungan alam yang tanpa batas. Ada yang menempati tanah warga dengan dalih pembangunan nasional dan banyak warga yang terusir dari tanah leluhurnya.
Indonesia sepenuhnya merdeka apabila penegakan hukum secara adil tanpa pandang bulu terhadap kejahatan yang dilakukan oleh pejabat 'kerah putih'. Kapan Indonesia bisa transparansi anggaran dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Kembali ke penerapan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara nyata.
Indonesia lagi sakit dengan banyaknya kasus korupsi, apakah Indonesia akan segera pulih? Mari bersama kita menjaga Indonesia dari prilaku korupsi dan perbuatan lain yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nurul Azizah penulis buku "Dari Perempuan NU Untuk Indonesia" minat hub penulis


