MERANGIN NEWSLAN.ID – Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM) Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya luhur siap digelorakan oleh masyarakat di Kabupaten Merangin. Menyambut datangnya tahun baru Islam, warga Merangin bersiap menggelar acara tahunan berskala besar bertajuk "Gebyar Suro 1448 H" Kirab Budaya kabupaten Merangin.
Dengan mengusung jargon "Rukun Agawe Sentosa, Crah Agawe Bubrah, Saling Asah, Saling Asih, Saling Asuh.", panitia mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang untuk lebur menjadi satu dalam ucapan syukur dan kegembiraan.
Tema utama yang diangkat tahun ini adalah "Guyub Rukun, Nguri-uri Budaya, Nguataken Paseduluran". Sebuah esensi mendalam yang berarti hidup berdampingan dengan damai (guyub rukun), merawat serta melestarikan warisan budaya (nguri-uri budaya), sekaligus memperkokoh tali persaudaraan (nguataken paseduluran) di tanah perantauan maupun bagi seluruh masyarakat Merangin pada umumnya.
"Acara ini bukan sekadar perayaan pergantian tahun, tetapi momentum penting bagi kita untuk menengok kembali akar budaya, saling merangkul, dan memastikan kekompakan warga Merangin tetap terjaga kuat," ujar Akhoi ketua panitia pelaksana.
Berbagai rangkaian acara menarik khas bulan Suro tengah dipersiapkan. Mulai dari kegiatan ritual adat yang penuh khidmat, pertunjukan seni tradisional, hingga wadah silaturahmi akbar yang diprediksi akan menyedot antusiasme ribuan warga.
Melalui perhelatan Gebyar Suro 1448 H ini, masyarakat Merangin ingin menunjukkan bahwa di tengah modernisasi, identitas budaya dan rasa persaudaraan yang erat adalah pondasi utama dalam membangun daerah yang harmonis.
Bagi Anda warga Merangin dan sekitarnya, monggo (silakan) siapkan waktu untuk hadir, meramaikan, dan menjadi bagian dari syukuran budaya yang penuh makna ini!
Redaksi



