JAMBI NEWSLAN.ID — Jagat media sosial di Provinsi Jambi mendadak dihebohkan oleh unggahan dari akun Facebook bernama Garuda Puteh. Akun tersebut melayangkan kritik tajam yang menyeret nama Gubernur Jambi, Al Haris, terkait komitmen menjaga kelestarian situs warisan dunia, Geopark Merangin.
Dalam cuitannya yang viral, akun Garuda Puteh mempertanyakan integritas pengawasan lingkungan di kawasan tersebut. Ia menuding adanya aktivitas penimbangan kayu yang diduga melibatkan kerabat dekat sang gubernur di area penyangga Geopark, tepatnya di kawasan Melenggang.
"Gimana mau terjaga GEOPARK Merangin.. org adik kandung dan para saudara3ya pada nimbanginnkayu dilokasi GEOPARK Kbmelenggang asyik tanpa ada tindakan hukum dgn alasan sdh punya izin.. saya yakin pengaruh Haris untuk klganya sangat kuat untuk merusak alam di desa sekancing ulu & Ilir," tulis akun Garuda Puteh dalam unggahannya.
Tudingan ini langsung memicu reaksi beragam dari netizen Jambi. Sebagian menyayangkan jika dugaan tersebut benar, mengingat Geopark Merangin telah diakui secara internasional oleh UNESCO sebagai warisan dunia yang wajib dilindungi dari segala bentuk eksploitasi yang merusak ekosistem. Kawasan Desa Sekancing Ulu dan Ilir yang disebut dalam postingan tersebut memang dikenal memiliki bentang alam yang krusial bagi keberlangsungan kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, tudingan yang dilemparkan oleh akun Garuda Puteh tersebut masih bersifat opini sepihak di media sosial dan belum terbukti secara hukum. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta aparat penegak hukum untuk memastikan apakah aktivitas penimbangan kayu yang dimaksud memang ada, memiliki izin resmi yang sah, atau justru melanggar batas zonasi Geopark.
Pihak Pemerintah Provinsi Jambi maupun Gubernur Al Haris belum memberikan pernyataan resmi terkait respons atas gaduhnya postingan akun Facebook tersebut. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk perwakilan keluarga yang dituding, masih terus diupayakan guna mendapatkan informasi yang berimbang dan klir.
Publik berharap persoalan ini dapat segera menemui titik terang agar tidak menjadi bola liar yang mencederai reputasi kelestarian Geopark Merangin di mata dunia.
(Red)



