MUARA BELITI NEWSIAN.ID – Janji tinggal janji, realita tetap menguji nyali. Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Sekayu menuju Lubuklinggau hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi para pengendara. Alih-alih mendapatkan fasilitas jalan yang layak, warga sepanjang Babat Toman hingga Muara Beliti justru disuguhi pemandangan "kubangan kerbau" dan aspal remuk yang sudah bertahun-tahun lamanya dibiarkan tanpa solusi nyata.
Kondisi yang hancur lebur ini berbanding terbalik 180 derajat dengan klaim sepihak dari orang nomor satu di Sumatera Selatan. Di saat pejabat teras memberikan statemen manis di media bahwa infrastruktur jalan sudah mulus dan mantap, jeritan serta caci maki warga justru menggema di sepanjang jalur maut tersebut.
"Iya, jalannya mulus banget. Tapi mulus kalau beliau melakukan perjalanan pakai helikopter!" cetus salah seorang warga Babat Toman dengan nada sengit dan penuh emosi kepada tim redaksi Newslan.id, Minggu (5/7/2026).
Sindiran menohok itu menjadi tamparan keras bagi jajaran pemerintah provinsi. Warga menilai, pejabat daerah hanya bisa duduk manis di balik meja atau melihat kondisi lapangan dari ketinggian udara tanpa pernah merasakan langsung penderitaan rakyat yang harus bertaruh nyawa di jalur "bodol" tersebut setiap hari.
Pantauan Newslan.id di lapangan pada Minggu sore sekitar pukul 17.30 WIB menunjukkan titik-titik kerusakan parah yang tak kunjung tersentuh perbaikan permanen. Lubang-lubang menganga dengan kedalaman bervariasi siap mengintai kendaraan yang melintas. Saat kemarau, debu tebal pekat menyesakkan dada, sementara saat hujan turun, jalur ini berubah menjadi jebakan lumpur yang kerap memicu kecelakaan hingga truk terguling.
"Kami ini bayar pajak, tapi disuruh lewat jalan seperti ini bertahun-tahun. Kalau cuma mau pamer statemen mulus di berita, mending gubernurnya suruh bawa mobil minibus biasa lewat sini, jangan pakai pengawalan, biar tahu rasanya encok dan ban pecah!" pungkas warga lain di kawasan Muara Beliti yang tampak frustrasi.
Sampai kapan penderitaan ini akan dipelihara? Publik kini menantang keberanian dan empati Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk turun langsung ke darat—bukan terbang di awan—guna melihat langsung hancurnya Jalinsum Sekayu-Lubuklinggau yang sudah lama kehilangan haknya untuk disebut sebagai "jalan layak pakai".
(Red/Newslan.id)



