NEWSLAN.ID | TASIKMALAYA ā Suasana akhir pekan di kawasan Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang semula ramai oleh aktivitas warga, mendadak mencekam pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Sebuah ledakan keras yang diduga berasal dari bom rakitan menghancurkan salah satu lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Ironisnya, pelaku diduga merupakan seorang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) berinisial A.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi Newslan.id di lapangan, insiden mengerikan ini dipicu oleh perselisihan atau cekcok mulut antar sesama pedagang yang biasa mangkal di area tersebut. Diduga tak mampu menahan emosi akibat konflik tersebut, terduga pelaku A nekat meledakkan lapak dagangan milik rekan sesama PKL.
Dentuman yang menggelegar di tengah kegelapan malam itu sontak membuat warga, pedagang lain, dan pengunjung yang sedang berada di kawasan Dadaha panik berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil akibat hancurnya lapak dagangan tidak dapat dihindari.
Aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan warga. Petugas segera memasang garis polisi (police line) dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan sisa-sisa material yang diduga bahan peledak rakitan untuk diperiksa lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran dan penyelidikan mendalam terhadap terduga pelaku A. Polisi juga tengah mendalami jenis bahan peledak yang digunakan serta motif pasti di balik aksi nekat mantan napiter tersebut. Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat keamanan guna memastikan situasi kondusif di Kota Tasikmalaya. (Red)



