NEWSLAND ID – MERANGIN. ​Hukum di Kabupaten Merangin tampaknya tak lagi punya taring di mata para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Rencana penertiban dan razia alat berat jenis ekskavator yang digadang-gadang sebagai tindakan tegas, kini berubah menjadi drama komedi yang menggelikan sekaligus mengenaskan.
​Bagaimana tidak? Sebelum aparat menapakkan kaki di lokasi tambang, para pelaku PETI sudah lebih dulu "mengantongi" jadwal razia. Kebocoran informasi yang masif ini membuktikan adanya celah menganga—atau bahkan keterlibatan oknum—dalam tubuh penegakan hukum lokal.
​Bukti bobroknya kerahasiaan operasi ini mendadak viral di media sosial. Sebuah video memperlihatkan para penambang dengan santainya bersembunyi di balik semak-semak sembari merekam aksi mereka. Beredar tulisan menohok dalam video tersebut: "Bos telpon ada razia".
​Tidak Ada Ketakutan: Operasi penertiban tak lagi memicu efek jera, melainkan disambut tawa dan olok-olok.
​Barang Bukti Aman: Sebelum petugas tiba, ekskavator dan alat tambang sudah disembunyikan rapi.
​Hukum Dilecehkan: Ketegasan aparat hanya dianggap hiburan sesaat bagi para perusak lingkungan.
​Fenomena ini melempar tamparan keras bagi aparat penegak hukum (APH) di Wilayah Hukum Merangin. Jika setiap razia selalu didahului "telepon mesra" dari oknum tertentu, maka operasi penertiban PETI tak lebih dari sekadar panggung sandiwara untuk menggugurkan kewajiban laporan kerja.
​Masyarakat Merangin tidak butuh formalitas razia yang hasilnya selalu "nihil alat berat". Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata, pembersihan internal dari oknum pembocor informasi, serta penangkapan aktor intelektual di balik hisapan emas ilegal yang merusak alam Jambi.
​Jika razia saja sudah jadi lelucon di semak-semak, lantas kepada siapa lagi rakyat harus mempercayakan penegakan hukum? Redaksi


