MERANGIN NEWSLAN.IDā Sebuah peringatan keras beredar bagi para operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Merangin. Ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan barcode QR Code MyPertamina untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menggunakan identitas kendaraan lain.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan warga, modus ini melibatkan sebuah mobil pribadi bermerek Honda Civic berwarna hitam. Mobil tersebut kedapatan menggunakan barcode yang seharusnya diperuntukkan bagi Mobil Ambulans Umat dengan plat nomor BH 8131 HE.
Masyarakat meminta kerja sama dari seluruh operator SPBU di wilayah Merangin untuk memperketat pengawasan. Jika mobil Honda Civic hitam dengan plat nomor tersebut datang untuk mengisi BBM, operator diimbau untuk segera mengambil foto wajah pengendara/pelaku sebagai bukti tindak kecurangan.
Periksa dan cocokkan selalu kecocokan data antara Barcode QR Code yang ditunjukkan konsumen dengan plat nomor fisik yang terpasang di kendaraan.
Himbauan ini disebarkan bukan tanpa alasan. Jika operator lengah dan tetap melayani pengisian BBM yang tidak sesuai dengan peruntukan barcodenya, pihak SPBU dapat dijatuhi sanksi tegas. Kerugian tidak hanya berdampak pada penyaluran subsidi yang salah sasaran, tetapi juga bagi nasib pekerja atau operator yang terancam sanksi disiplin hingga pemecatan oleh pihak manajemen SPBU.
Pihak Pertamina sendiri terus menegaskan bahwa setiap operator wajib mengikuti aturan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku demi menjaga kuota BBM bersubsidi agar tepat sasaran.(Redaksi)



