JAMBI NEWSLAN.ID — Di tengah pekatnya kabut asap yang saban hari dihirup warga, sebuah pengakuan mengejutkan sekaligus ironis meluncur dari Gubernur Jambi, Al Haris. Dalam sebuah kesempatan, ia tak menampik fakta pahit: Provinsi Jambi telah menjadi "surga" bagi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Namun, alih-alih memberikan solusi konkret untuk menghentikan bencana ekologis ini, logika penanganan bencana di tingkat eksekutif justru mengundang keprihatinan publik.
Saat pemerintah daerah secara percaya diri mengklaim bahwa hotspot (titik api) di wilayah Jambi sudah nihil, masyarakat di lapangan justru disuguhkan pemandangan berbeda. Langit Jambi masih redup tertutup kabut tebal yang merusak paru-paru. Pertanyaan krusial warga yang tersisa: Jika titik api diklaim tidak ada, dari mana datangnya kabut asap yang tak kunjung hilang ini?
Spesies asap ini seolah menjadi teka-teki lucu sekaligus menyakitkan. Apakah publik harus percaya bahwa kabut pekat ini datang dari daerah tetangga, atau justru ada fakta yang sengaja diabaikan? Sindiran tajam yang berkembang di tengah masyarakat kini mengarah pada satu hal: jangan-jangan asap yang menyelimuti kota bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan dari deru ribuan mesin dompeng PETI yang tak pernah berhenti menderu.
Klaim keberhasilan pemadaman titik api menjadi hambar ketika penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal melempem. Pengakuan bahwa Jambi adalah surga PETI bukan lagi sekadar retorika, melainkan cermin kegagalan pengawasan. Aktivitas dompeng tidak hanya merusak alur sungai dan mencemari air dengan merkuri, tetapi juga memicu kerusakan lahan masif yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau.
Pengrusakan Lingkungan: Ribuan hektar lahan produktif dan kawasan hutan lindung rusak permanen akibat buangan limbah dompeng.
Resiko Kebakaran Lahan: Lahan gambut dan hutan yang tereksploitasi oleh pembalok ilegal serta penambang emas liar jauh lebih mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Ancaman Kesehatan: Kabut pekat—baik dari sisa pembakaran maupun emisi alat berat ilegal—secara nyata meningkatkan kasus ISPA pada anak-anak dan lansia di Jambi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat penegak hukum tidak bisa terus bersembunyi di balik angka-angka statistik pencitraan titik api. Masyarakat tidak membutuhkan permainan kata-kata atau klaim nihil hotspot di atas kertas; warga membutuhkan udara bersih dan tindakan tegas tanpa pandang bulu untuk mematikan ribuan mesin dompeng yang kian merajalela.
Redaksi


