Newslan.id | Batang Hari — Proyek revitalisasi ruas Jalan Simpang Telkom–Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai menuai sorotan. Proyek yang disebut telah dikerjakan sejak awal Agustus 2026 itu dipertanyakan warga karena minimnya aktivitas pekerjaan dan tidak terlihatnya papan informasi proyek di sepanjang lokasi.
Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses yang setiap hari dilalui masyarakat.
Pantauan Newslan.id di lapangan menunjukkan sejumlah bagian badan jalan telah diberi tanda garis putih dan sebagian aspal telah dibongkar. Namun, progres fisik yang terlihat dinilai belum sebanding dengan waktu pengerjaan yang telah berjalan lebih dari satu bulan.
Aktivitas pekerja juga tampak tidak berlangsung sepanjang hari. Pekerjaan terlihat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang siang dan sore, sementara pada sejumlah waktu lainnya lokasi proyek tampak minim aktivitas.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: sebenarnya proyek tersebut dikerjakan dengan target dan metode seperti apa?
Lebih serius lagi, bagian jalan yang telah dibongkar meninggalkan lubang dengan kedalaman tertentu. Di sejumlah titik, warga mengeluhkan minimnya rambu peringatan maupun tanda keselamatan yang dapat memberi informasi kepada pengguna jalan bahwa ruas tersebut sedang dalam pekerjaan.
Arham, warga sekitar lokasi, mengatakan masyarakat telah memperhatikan pekerjaan tersebut sejak awal dimulai.
“Sejak awal Agustus sampai September ini, kami melihat progresnya belum signifikan. Aspal dibongkar, kemudian dibiarkan terbuka. Yang kami khawatirkan adalah keselamatan pengguna jalan karena tidak semua titik diberi tanda atau rambu yang jelas,” kata Arham.
Menurut dia, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan lambannya pekerjaan. Lubang pada badan jalan yang tidak ditandai dengan baik berpotensi membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.
“Setahu kami sudah ada pengguna sepeda motor yang mengalami kecelakaan karena tidak mengetahui ada lubang yang cukup dalam,” ujarnya.
Papan Proyek Dipertanyakan
Sorotan lainnya datang dari tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Padahal, papan informasi menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui identitas pekerjaan, termasuk sumber pendanaan, nilai kontrak, pelaksana, waktu pelaksanaan hingga volume pekerjaan.
Ketiadaan informasi tersebut membuat masyarakat tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai proyek yang menggunakan fasilitas publik tersebut.
Seorang pengguna jalan yang ditemui Newslan.id bahkan menyebut pekerjaan itu terkesan tidak serius.
“Sudah lebih dari sebulan, tetapi yang dibongkar masih begitu-begitu saja. Papan proyek juga tidak terlihat. Pekerjanya pun tidak selalu ada,” katanya.
Ia meminta pemerintah tidak sekadar memastikan proyek selesai, tetapi juga mengawasi kualitas pekerjaan dan keselamatan masyarakat selama proses pengerjaan.
“Kalau ini proyek pemerintah, masyarakat berhak mengetahui siapa pelaksananya, berapa anggarannya dan kapan harus selesai. Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan dibongkar, tetapi tidak tahu kapan diperbaiki,” ujarnya.
Jangan Sampai Proyek Publik Minim Transparansi
Sorotan warga tersebut semestinya menjadi perhatian serius bagi instansi teknis. Sebab, proyek infrastruktur publik bukan hanya soal membangun atau memperbaiki jalan, tetapi juga menyangkut transparansi penggunaan anggaran, kualitas pekerjaan dan keselamatan pengguna jalan.
Pertanyaan warga kini mengarah pada sejumlah hal: siapa pelaksana proyek, berapa nilai kontraknya, dari mana sumber anggarannya, berapa lama masa pengerjaannya, apa target progres setiap tahap, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Tanpa penjelasan resmi, minimnya informasi di lapangan berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Istilah “proyek siluman” yang mulai muncul dari kalangan pengguna jalan karena tidak adanya papan informasi belum dapat disimpulkan sebagai fakta. Kepastian mengenai legalitas, anggaran, kontraktor dan status pekerjaan tetap harus merujuk pada keterangan resmi instansi terkait serta dokumen proyek.
Karena itu, transparansi menjadi penting agar proyek tersebut tidak terus berada dalam ruang tanda tanya publik.
Hingga berita ini diterbitkan, instansi berwenang dan pihak pelaksana belum memberikan penjelasan mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, perusahaan pelaksana, jadwal pekerjaan, progres fisik, keberadaan papan informasi proyek, serta langkah pengamanan bagi pengguna jalan di lokasi pekerjaan.
Newslan.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik. (End's)


