SAROLANGUN, NEWSLAN.IDā Barisan siswa SMA Negeri 1 Sarolangun menyampaikan kritik sosial secara terbuka terkait dampak aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau dompeng di Kecamatan Limun. Pesan tersebut disampaikan melalui aksi teatrikal saat mengikuti Pawai Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa replika alat dompeng berlumur lumpur serta membentangkan spanduk bertuliskan pesan duka. Sebuah lambang Timbangan Keadilan juga diangkat ke udara sebagai simbol desakan penegakan hukum terhadap persoalan lingkungan di wilayah terdampak.
Perwakilan kontingen menyatakan bahwa penampilan ini dihadirkan bukan sebagai hiburan semata, melainkan bentuk peringatan mengenai kondisi lingkungan dan sosial masyarakat di lapangan.
Sorotan Utama Aksi Teatrikal:
Visualisasi Alat Dompeng: Perekaman simbolis atas dampak pencemaran dan kerusakan lahan akibat penambangan ilegal.
Simbol Penegakan Hukum: Pengangkatan Timbangan Keadilan sebagai pesan atas pentingnya keadilan ekologis bagi warga lokal.
Sikap Kontingen: Pemanfaatan momentum peringatan kemerdekaan sebagai sarana penyampaian aspirasi publik secara damai.
Penampilan SMAN 1 Sarolangun tersebut menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang menyaksikan jalannya pawai kemerdekaan di pusat kota Sarolangun. Redaksi


