BREAKING NEWS..!!! PANGANDARAN NEWSLAN.ID — Acara peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berubah menjadi sorotan tajam pada Minggu (30/8/2026). Jembatan yang baru saja rampung dan hendak diresmikan justru mengalami kerusakan fatal di hadapan warga yang hadir.
Menanggapi gelombang kritik publik atas insiden memalukan tersebut, pihak TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono bergeming dan membantah narasi bahwa jembatan tersebut ambruk total.
"Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama," kelit Brigjen TNI Donny Pramono saat memberikan pernyataan resmi.
Pihak TNI AD melemparkan alasan bahwa insiden tersebut murni dipicu oleh kelalaian penggunaan kapasitas oleh warga yang hadir di lokasi:
Tudingan Beban Berlebih: TNI AD mengklaim ada lebih dari 50 orang yang melintas secara bersamaan saat acara berlangsung, angka yang diklaim jauh melampaui batas aman.
Tali Sling Lepas: Akibat overload warga tersebut, penahan tali sling sisi kiri mendadak terlepas dari pengikat utamanya.
Sorotan Pedas Masyarakat
Meski TNI AD berupaya meluruskan bahwa jembatan tidak runtuh sepenuhnya, dalih tersebut memicu keraguan di tengah masyarakat. Publik menilai bangunan fasilitas umum—terlebih yang baru diresmikan—seharusnya memiliki standar keamanan dan toleransi beban yang matang, bukan justru langsung lepas kendala teknis hanya karena dinaiki puluhan warga saat momen seremonial. Insiden ini kini menyisakan tanda tanya besar terkait kualitas perencanaan, material, dan pengawasan proyek di lapangan.
Redaksi


