Tagak Kayu Simbol Syukur dan Kebersamaan Masyarakat Merangin
MERANGIN, NEWSLAN.ID – Suasana riuh di rumah Bahdi, warga Desa Muara Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Sanak saudara dan tetangga berkumpul. Hari ini digelar Naik Alang, ritual adat mendirikan tiang utama dan rangka atap rumah .
Tradisi ini juga dikenal dengan nama Tegak Tiang Tuo atau Tagak Kayu. Bagi warga Merangin, prosesi ini bukan sekadar membangun rumah. Ia adalah lambang gotong royong dan wujud syukur.
PROSESI NAIK ALANG DI RUMAH BAHDI
1. Penyiapan material: Sejak jauh hari, kayu utama disiapkan. Pilihan jatuh pada kayu bulian. Kayu keras, tahan puluhan tahun, dan dipercaya membawa keteduhan bagi rumah.
2. Tegak tiang atau naik alang: Pagi ini tiang utama diikat, ditarik, lalu ditegakkan bersama. Aba-aba tetua adat memandu. Pemuda, bapak-bapak, bahkan ibu-ibu ikut memberi semangat. Sekali tiang berdiri, sorak warga pecah.
3. Doa bersama: Setelah rangka atap naik, warga duduk bersila. Doa keselamatan dipanjatkan. Dilanjutkan kenduri makan bersama. Lauk khas Merangin tersaji. Tujuannya tolak bala dan memohon keberkahan untuk keluarga Bahdi yang akan menempati rumah.
MAKNA DI BALIK TRADISI
1. Gotong royong: Tidak ada yang dibayar. Semua datang karena merasa memiliki. Hari ini di rumah Bahdi, besok giliran di rumah warga lain.
2. Syukur: Mampu mendirikan rumah adalah rezeki. Naik Alang jadi cara berterima kasih kepada Tuhan, alam, dan sesama.
3. Identitas: Rumah panggung kayu dengan tiang bulian adalah wajah arsitektur Merangin. Tradisi ini menjaga jati diri tetap hidup di tengah gempuran bangunan modern.
BUDAYA LOKAL MERANGIN
Masyarakat Merangin dikenal kuat memegang kearifan lokal. Gotong royong tidak hanya saat Naik Alang. Saat panen, kenduri, hingga musibah, warga saling menopang. Nilai ini diwariskan dari rumah ke rumah, dari satu tiang ke tiang berikutnya.
Di Desa Muara Belengo, Kecamatan Pamenang, tradisi Tagak Kayu masih dijaga. Anak muda diajari cara mengikat, cara mengangkat, dan cara berdoa. Sebab rumah yang baik berdiri di atas tiang yang kuat dan doa yang ikhlas.
SIKAP NEWSLAN.ID
1. Kepada Pemkab Merangin: Inventarisasi dan tetapkan Naik Alang sebagai Warisan Budaya Takbenda daerah. Beri ruang di kurikulum muatan lokal.
2. Kepada Dinas Pariwisata: Kemas tradisi ini jadi wisata budaya berbasis masyarakat. Biar dunia tahu Merangin kaya nilai.
3. Kepada warga Merangin: Terus jaga. Tiang boleh berganti, tapi semangat kebersamaan jangan patah.
4. Kepada generasi muda: Belajarlah dari rumah Bahdi hari ini. Teknologi boleh maju, tapi akar budaya jangan dicabut.
Redaksi Newslan.id
Di Muara Belengo, rumah ditegakkan bukan oleh alat berat, tapi oleh beratnya persaudaraan. Naik Alang mengajari kita: semakin tinggi tiang berdiri, semakin dalam akar kebersamaan menghujam. Selamat untuk Bahdi. Semoga rumahnya berkah, tetangganya rukun.
---
KONTAK BUDAYA MERANGIN
Disbudpar Merangin: 0746-21123
Kecamatan Pamenang: 0746-91234
Redaksi Newslan.id: 0823-7886-5775
Tag: @meranginkab @kecpamenang @muarabelengo @adatjambi @disbudparmerangin
#NewslanID #NaikAlang #TegakTiangTuo #TagakKayu #AdatMerangin #MuaraBelengo #GotongRoyong #BudayaJambi
Catatan: Newslan.id menerima kiriman dokumentasi tradisi dari warga. Cerita dan foto Anda membantu menjaga warisan tetap hidup.







