MERANGIN NEWSLAN.ID ā Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah keluhan terkait kualitas dan variasi menu makanan ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya di grup Facebook Merangin Care.
Melalui unggahan akun Facebook bernama Nata Wijaya, ia meluapkan kekecewaannya terhadap pengelola dan tim gizi penyedia MBG di Merangin. Menurutnya, kritik dan saran yang telah beberapa kali disampaikan melalui kotak saran seolah tidak digubris.
"Sudah berapa kali dikritik menu MBG, masih tetap itu-itulah... Lah berapa kali dibuat dalam kotak saran, tetap tidak berubah-ubah," tulis Nata Wijaya dalam unggahannya.
Dalam cuitan tersebut, Nata menyampaikan lima poin utama yang menjadi keluhan terkait menu makanan yang diterima siswa selama satu minggu terakhir:
1. Minim Variasi Rasa: Penggunaan kecap yang mendominasi sebagai penyedap rasa setiap hari.
2. Menu Sayur Monoton: Jenis sayuran yang disajikan tidak berganti dan terus-menerus menggunakan kacang panjang selama sepekan.
3. Kualitas Nasi Buruk: Tekstur nasi terbilang kurang matang atau masih keras (badetus dalam bahasa lokal).
4. Olahan Ayam Diduga Belum Matang: Ayam goreng yang disajikan sering kali hanya matang pada bagian tepung luar, sementara bagian daging ayam diragukan tingkat kematangannya.
5. Ketiadaan Olahan Cabai/Bumbu Lain: Tidak adanya penggunaan cabai merah atau bumbu bervariasi yang membuat menu terasa monoton, serta menyulitkan siswa yang memiliki alergi/ketidakcocokan terhadap kecap.
Nata Wijaya meminta agar pihak pengelola gizi dan penanggung jawab MBG di Kabupaten Merangin turun tangan serta melakukan pemantauan ketat terhadap dapur penyedia makanan.
Ia berharap pihak pengurus MBG segera melakukan evaluasi dan perbaikan kualitas makanan sebelum muncul gelombang penolakan atau komplain yang lebih besar dari para siswa maupun orang tua murid.
Sampai berita ini diturunkan, pihak pengelola program MBG Kabupaten Merangin belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Redaksi



