News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Berita
Detail
Berita

KONVERSI MOTOR LISTRIK ATAU BENAHI TRANSPORTASI PUBLIK?

R
Redaksi
NEWSLAN.ID8 Maret 2026 pukul 17.15 WIB
207
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
KONVERSI MOTOR LISTRIK ATAU BENAHI TRANSPORTASI PUBLIK?
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Newslan-id Jakarta. Kita perlu menagih komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait transportasi publik. Sebagaimana janji mereka di masa kampanye Pilpres ke delapan, yakni 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Kita harus berani seperti di negara lain, angkutan di kota-kota besar kalo perlu subsidi 100 persen (Prabowo Subianto, 2024). Angkutan umum perkotaan akan diberikan subsidi (Gibran Rakabuming Raka, 2024).

Dalam laman www.esdm.go.id, menyebutkan Pemerintah terus berupaya menyediakan akses energi yang menyeluruh bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto, dalam Rapat Terbatas di Istana Negara, memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat implementasi energi bersih dan terbarukan.

Salah satunya, untuk mengoptimalisasi upaya konversi sepeda motor berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik. Secara bertahap, Pemerintah akan mengonversi 120 juta sepeda motor dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang

Kebijakan Pemerintah ini patut diapresiasi sebagai langkah berani menuju transisi energi bersih. Namun, di balik target ambisius tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai urgensi dan efektivitas skema insentif yang ditawarkan.

Konversi vs Transportasi Umum

Persoalan mendasar yang perlu dikaji adalah sejauh mana insentif ini mampu menyentuh akar masalah kemacetan dan polusi perkotaan. Meskipun konversi 120 juta motor bensin ke listrik dapat mereduksi emisi gas buang secara lokal, kebijakan ini belum menjawab tantangan ruang jalan yang tetap sesak oleh volume kendaraan yang sama.

Kita perlu mencermati apakah besarnya anggaran insentif konversi ini tidak mengaburkan urgensi pembangunan transportasi umum. Sejatinya, solusi paling efektif untuk menekan konsumsi energi bukanlah sekadar mengganti mesin bensin menjadi listrik, melainkan mendorong masyarakat berpindah ke moda transportasi massal yang jauh lebih hemat energi secara kolektif.

Tantangan teknis dan kesiapan ekosistem

Kekhawatiran teknis pertama terletak pada kapasitas bengkel terverifikasi. Perlu diuji kembali apakah ketersediaan UMKM dan bengkel konversi saat ini mampu memenuhi standar keamanan dan teknis pada skala masif. Tanpa pengawasan ketat, reliabilitas hasil konversi dipertaruhkan.

Persoalan selanjutnya adalah manajemen limbah baterai. Tanpa peta jalan (roadmap) pengelolaan yang komprehensif, program ini berisiko sekadar memindahkan krisis dari polusi emisi udara menjadi krisis limbah B3 di masa depan.

Terakhir, mengenai keandalan teknologi, pemerintah harus mampu menjamin bahwa performa motor listrik hasil konversi tetap setara dengan standar pabrikan. Aspek ini menjadi penentu utama dalam menjaga kepercayaan dan minat masyarakat untuk melakukan transisi secara sukarela.

Akuntabilitas anggaran

Pemerintah perlu memastikan bahwa insentif konversi tidak menjadi subsidi eksklusif. Ada risiko nyata, tanpa pengawasan, anggaran besar ini hanya akan menguntungkan mereka yang sudah mampu secara ekonomi.

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Sementara itu, bagi masyarakat kelas bawah, hambatan transisi bukan sekadar biaya konversi, melainkan juga beban biaya operasional baterai dan minimnya akses pengisian daya di lingkungan mereka. Jangan sampai kebijakan ini justru memperlebar celah ketimpangan akses energi.

Modernisasi transportasi umum

Transisi energi adalah keniscayaan, namun program konversi kendaraan pribadi tidak boleh berjalan secara parsial. Kebijakan ini harus diseimbangkan dengan akselerasi transportasi umum dan pembangunan infrastruktur pendukung yang menjamin keberlanjutan jangka panjang.

Tanpa program membenahi transportasi umum, program konversi ini berisiko menjadi solusi sesaat. Transformasi 120 juta motor bensin tidak akan efektif jika tidak menyentuh persoalan mendasar mobilitas perkotaan secara holistik.

Koordinasi lintas sektoral antara kementerian dan lembaga menjadi prasyarat mutlak agar program dengan alokasi anggaran masif ini dapat tepat sasaran dan memberikan dampak kesejahteraan yang nyata. Langkah yang lebih bijak adalah memprioritaskan elektrifikasi transportasi umum di seluruh lini yang mencakup wilayah perkotaan, perdesaan, kawasan transmigrasi, hingga daerah 3TP (Terpencil, Terluar, Tertinggal, dan Pedalaman). Dengan demikian, transisi energi tidak hanya menjadi jargon teknologi, tetapi menjadi instrumen pemerataan mobilitas yang inklusif.

Sangat disayangkan, potret transportasi umum menunjukkan baru 42 dari 514 pemerintah daerah di Indonesia yang mengimplementasikan transportasi umum modern melalui skema pembelian layanan atau Buy The Service (BTS). Sebaran ini mencakup 12 provinsi, 18 kota, dan 12 kabupaten. Optimalisasi transportasi umum di daerah sudah mendesak dilakukan bukan sekadar untuk mobilitas, melainkan sebagai instrumen krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, kelompok usia produktif dan pengguna sepeda motor menjadi korban terbanyak.

Selain itu, penguatan transportasi umum dapat menjadi solusi mutlak dalam mengurai kemacetan yang kini mulai merambah kota-kota besar, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar, hingga Makassar.

Penutup

Pemerintah harus menyadari bahwa memindahkan mesin dari bensin ke listrik tetap akan membiarkan jalanan macet dan angka kecelakaan tetap tinggi jika ketergantungan pada kendaraan pribadi sepeda motor tidak dipangkas.

Keberhasilan tidak boleh diukur hanya dari jumlah unit sepeda motor yang terkonversi, melainkan dari sejauh mana kebijakan ini mampu berjalan selaras dengan penguatan transportasi umum yang inklusif, aman, dan merata di seluruh pelosok negeri.

*Djoko Setijowarno* , Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta  Untuk Meja Bilyard Pimpinan  DPRD
Berita

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta Untuk Meja Bilyard Pimpinan DPRD

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.
Berita

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.

Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Keluhkan Dugaan Pemerasan oleh Oknum yang Mengaku dari BUMDes pada Malam Hari
Berita

Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Keluhkan Dugaan Pemerasan oleh Oknum yang Mengaku dari BUMDes pada Malam Hari

HIPASTAH Sampaikan Aspirasi Pedagang kepada Plt. Bupati Bekasi Terkait Pengelolaan Pasar Baru Ramayana Cikarang
Berita

HIPASTAH Sampaikan Aspirasi Pedagang kepada Plt. Bupati Bekasi Terkait Pengelolaan Pasar Baru Ramayana Cikarang

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta  Untuk Meja Bilyard Pimpinan  DPRD
Berita

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta Untuk Meja Bilyard Pimpinan DPRD

9 Mar
Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.
Berita

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.

9 Mar

Trending Now

Last 7 Days
01

Permohonan Evaluasi atas Penerbitan Surat Permohonan Partisipasi Demi Menjaga Marwah dan Profesionalitas Institusi Kepolisian Republik Indonesia

Artikel
02

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

Berita
03

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.

Berita
Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Keluhkan Dugaan Pemerasan oleh Oknum yang Mengaku dari BUMDes pada Malam Hari
Berita

Pedagang Pasar Tumpah Cikarang Keluhkan Dugaan Pemerasan oleh Oknum yang Mengaku dari BUMDes pada Malam Hari

8 Mar
HIPASTAH Sampaikan Aspirasi Pedagang kepada Plt. Bupati Bekasi Terkait Pengelolaan Pasar Baru Ramayana Cikarang
Berita

HIPASTAH Sampaikan Aspirasi Pedagang kepada Plt. Bupati Bekasi Terkait Pengelolaan Pasar Baru Ramayana Cikarang

8 Mar
Bocah Hanyut di Rajabasa di Temukan Tim SAR Gabungan
Berita

Bocah Hanyut di Rajabasa di Temukan Tim SAR Gabungan

8 Mar
Lihat Semua Berita
04

Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI Wilayah Jambi, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Penegakan Hukum

Berita
05

Sidang Putusan Botok dan Teguh: 6 Bulan Pengawasan

Berita
06

MUDIK LEBARAN DI AMBANG KRISIS ENERGI DAN KESELAMATAN TRANSPORTASI

Artikel
07

URAT NADI KONEKTIVITAS: KESIAPAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO) MENYUKSESKAN MUDIK DI PULAU SUMATERA

Artikel