News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

MELANJUTKAN KA CEPAT SAMPAI SURABAYA SUATU KEWAJIBAN

R
Redaksi NEWSLAN.ID
NEWSLAN.ID8 November 2025 pukul 03.10 WIB
92
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
MELANJUTKAN KA CEPAT SAMPAI SURABAYA SUATU KEWAJIBAN
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) kembali menjadi bahan perbincangan hangat. Padahal, mengulik dan memperdebatkan ulang kebijakan yang sudah berjalan dan sudah terbukti nyata hasilnya adalah langkah yang kontra-produktif. Lebih dari itu, kebiasaan mencari-cari kesalahan pemerintahan sebelumnya demi membangun citra positif pemerintah yang sedang berkuasa justru menciptakan preseden buruk dalam sistem pemerintahan kita.

Fenomena semacam ini bukan hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga di pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Padahal, kebijakan besar seperti Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) merupakan keputusan politik strategis yang diambil berdasarkan situasi, data, dan proyeksi pada masa itu. Maka, tugas pemerintahan berikutnya bukan mencari-cari kesalahan, melainkan memastikan keberlanjutan dan peningkatan manfaat dari kebijakan tersebut.

Rencana Induk Sudah Ada Sejak Lama
Perlu ditegaskan, pembangunan kereta cepat bukanlah ide mendadak atau “ujug-ujug.” Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), proyek kereta cepat telah tercantum sejak lama dan didukung oleh berbagai studi teknis yang melibatkan para pakar transportasi.

Artinya, pembangunan KCIC merupakan implementasi nyata dari rencana jangka panjang pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Karena itu, melanjutkan proyek ini hingga Surabaya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban strategis agar proyek ini mencapai skala ekonomi yang optimal.

Jika hanya berhenti di Bandung, dengan jarak sekitar 160 km, KCIC belum akan mencapai titik efisiensi ekonominya. Sejak awal, Jakarta–Bandung dirancang sebagai tahap awal dari proyek besar yang menghubungkan Jakarta–Surabaya, bahkan bisa diperpanjang hingga Denpasar, Bali.

Mengapa Bandung Jadi Tahap Awal
Pemilihan rute Jakarta–Bandung tentu bukan keputusan sembarangan. Jakarta dan kawasan aglomerasi Jabodetabek memiliki penduduk sekitar 30 juta jiwa, sementara aglomerasi Bandung Raya berpenduduk sekitar 10 juta jiwa. Kedua wilayah ini membentuk dua kutub aktivitas ekonomi yang menghasilkan arus mobilitas tinggi dan potensi penumpang besar.

Tahap awal ini sekaligus menjadi laboratorium nasional untuk pembelajaran teknologi dan model pembiayaan kereta cepat di Indonesia. Dengan keberhasilan operasional KCIC, Indonesia kini memiliki pengalaman berharga yang akan sangat berguna untuk proyek-proyek kereta cepat berikutnya.

Tak Perlu Takut “Mematikan” Transportasi Lain
Kekhawatiran bahwa kereta cepat Jakarta–Surabaya akan “mematikan” maskapai Garuda Indonesia, bandara, atau jalan tol adalah pandangan yang berlebihan.

Pangsa pasar kereta cepat hanya akan menggantikan sebagian kecil penumpang rute Jakarta–Surabaya. Padahal, Garuda Indonesia dan bandara Soekarno-Hatta serta Juanda melayani ratusan rute domestik dan internasional. Begitu juga jalan tol — yang lebih ditujukan untuk angkutan logistik — tidak akan kehilangan fungsi strategisnya.

Sebaliknya, keberadaan kereta cepat justru memperkuat jaringan transportasi nasional dengan menyediakan moda alternatif yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

Masalah Utang: Pisahkan Biaya Prasarana dan Sarana
Perdebatan soal utang KCIC sebaiknya dilihat dengan kepala dingin. Utang besar pada proyek infrastruktur publik bukan hal yang luar biasa. Yang penting, pemerintah harus memisahkan antara biaya prasarana dan biaya sarana.

Untuk proyek transportasi publik seperti kereta cepat, biaya prasarana (rel, terowongan, jembatan, stasiun, lahan) semestinya menjadi tanggungan pemerintah dan dibiayai melalui APBN. Sementara itu, konsorsium atau operator kereta cepat cukup menanggung biaya sarana dan operasional yang dapat ditutup dari pendapatan tarif dan non-tarif seperti iklan dan kerja sama komersial lainnya.

Skema seperti ini sudah lazim di berbagai negara maju, dan bisa diterapkan untuk pembangunan lanjutan ke Surabaya agar beban utang konsorsium menjadi lebih ringan dan terukur.

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Dorong Kebijakan Push and Pull untuk Tingkatkan Demand
Agar proyek KCIC berkelanjutan secara finansial, pemerintah perlu mendorong tingkat keterisian (load factor) minimal 70%. Caranya adalah dengan kebijakan Push and Pull — yakni menekan penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong penggunaan transportasi publik, khususnya kereta cepat.

Eropa sudah menerapkan aturan bahwa penerbangan jarak pendek (di bawah 2 jam) diarahkan untuk menggunakan kereta cepat. Prinsip serupa bisa diterapkan di Indonesia, terutama untuk rute antar kota di Pulau Jawa.

Karena jika dilihat dari aspek efisiensi dan aksesibilitas, kereta cepat jauh lebih unggul dibanding pesawat — lebih aman, lebih efisien waktu, dan lebih mudah dijangkau karena stasiun bisa dibangun di tengah kota.

Nilai Strategis Bangsa
Lebih dari sekadar transportasi, teknologi Kereta Cepat membawa nilai kebanggaan nasional. Proyek ini mempercepat transfer teknologi, membuka peluang industri perkeretaapian nasional, dan mengangkat harga diri bangsa di hadapan dunia.

Dalam jangka panjang, Indonesia bahkan berpotensi membangun sendiri kereta cepat antarnegara, seperti di Pulau Kalimantan. Setelah proyek Ibu Kota Negara (IKN) “Nusantara” selesai. Saat itu, kereta cepat buatan putra-putri Indonesia akan menjadi simbol kemandirian dan kemajuan bangsa, yang akan melayani tiga negara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Saatnya Berhenti Berdebat, Mari Melangkah ke Timur
Sudah saatnya perdebatan tentang KCIC Jakarta–Bandung dihentikan. Energi bangsa ini seharusnya diarahkan untuk mengawal dan mengkritisi secara konstruktif rencana pemerintah — melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur — untuk melanjutkan pembangunan kereta cepat ke Surabaya dan bahkan ke Denpasar, Bali.

Langkah ini bukan hanya soal konektivitas, tapi juga tentang membangun masa depan transportasi modern Indonesia yang efisien, berdaulat, dan berkelanjutan.

Sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi memang mahal, namun sebagai negara besar dengan sumber daya alam melimpah dan semangat maju, Indonesia pasti mampu membayarnya ..

Bogor, 3 November 2025

Dr. H. Edi Nursalam, pemerhati transportasi perkeretaapian

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS
Artikel

PARADOKS EFISIENSI: MEMANGKAS ANGGARAN KESELAMATAN, MEMPERTARUHKAN GENERASI EMAS

URGENSI TRANSPORTASI UMUM: KRISIS ENERGI, MENYELAMATKAN AKSESIBILITAS DAN MASA DEPAN DAERAH
Artikel

URGENSI TRANSPORTASI UMUM: KRISIS ENERGI, MENYELAMATKAN AKSESIBILITAS DAN MASA DEPAN DAERAH

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.
Artikel

Wajar Panik! Segini Asumsi Kerugian Koruptor Samsat, Setelah Aturan KDM Diterapkan.

9 Apr
TANPA ETIKA ILMUMU  MERUSAK INDONESIA
Artikel

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

9 Apr

Trending Now

Last 7 Days
01

Polsek Mandiangin Ungkap Kasus Pencurian Buah Sawit, Satu Pelaku Diamankan

Berita
02

BPN Lahat, BPN Sumsel dan Kementerian ATR/BPN Tak Hadiri Mediasi Lapangan yang Disepakati di PN Lahat

Berita
03

Dua Wanita Penjual dan Pengedar Pil Tramadol Berhasil Dibekuk Aparat Kepolisian Sektor Tanjungsari Bogor Timur Berikut Barang Bukti

Berita
Kepala Sekolah SDN 2 Margoyoso Geram, Ancaman Lapor Polisi Atas Pemotongan Bantuan PIP.
Berita

Kepala Sekolah SDN 2 Margoyoso Geram, Ancaman Lapor Polisi Atas Pemotongan Bantuan PIP.

9 Apr
Motor Hilang di Area Parkir Samsat, YLKI Lahat : BAPENDA Sumsel Wajib Bertanggung Jawab, Berpotensi Digugat PMH Pemerintah
Berita

Motor Hilang di Area Parkir Samsat, YLKI Lahat : BAPENDA Sumsel Wajib Bertanggung Jawab, Berpotensi Digugat PMH Pemerintah

9 Apr
BPN Lahat, BPN Sumsel dan Kementerian ATR/BPN Tak Hadiri Mediasi Lapangan yang Disepakati di PN Lahat
Berita

BPN Lahat, BPN Sumsel dan Kementerian ATR/BPN Tak Hadiri Mediasi Lapangan yang Disepakati di PN Lahat

7 Apr
Lihat Semua Berita
04

Disinyalir Skandal Pungli Pemotongan Bantuan PIP di SDN 2 Margoyoso Sebesar Rp.50.000

Berita
05

Kepala Sekolah SDN 2 Margoyoso Geram, Ancaman Lapor Polisi Atas Pemotongan Bantuan PIP.

Berita
06

Motor Hilang di Area Parkir Samsat, YLKI Lahat : BAPENDA Sumsel Wajib Bertanggung Jawab, Berpotensi Digugat PMH Pemerintah

Berita
07

TANPA ETIKA ILMUMU MERUSAK INDONESIA

Artikel