PALEMBANG NEWSLAN.ID ā Dalam upaya meningkatkan perlindungan jaminan sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau pekerja mandiri, jajaran agen Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia) terus didorong untuk memperkuat strategi edukasi serta penyampaian presentasi di lapangan.
Ahmad Ja'far Sidik Himpunan Wadah Perisai Jawara Indonesia (HIWAPRAJA INDONESIA) dalam pengarahannya menekankan pentingnya perubahan orientasi kerja para agen Perisai sebagai mitra vendor dan perpanjangan tangan dari kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan. Fokus utama saat ini adalah menyasar pekerja mandiri dengan orientasi penghasilan menengah ke atas guna menekan angka drop-out atau tunggakan iuran bulanan.
Tiga Kerangka Utama Presentasi Lapangan
Guna mengoptimalkan sosialisasi dan menghindari salah paham di masyarakat, Ahmad Ja'far Sidik membagikan tiga kerangka dasar presentasi yang wajib diterapkan oleh para agen Perisai saat turun ke lapangan:
Memperkenalkan Diri Secara Maksimal Agen diminta untuk memperkenalkan diri secara jelas dan lugas sebagai bagian dari tim penggerak BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerja masing-masing guna membangun kepercayaan awal dari calon peserta.
Membangun Blokade Pikiran (Mind Set Blockade) Di awal pembicaraan, agen perlu memperjelas perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Hal ini bertujuan agar fokus calon peserta tidak terdistraksi oleh pertanyaan seputar BPJS Kesehatan, sehingga materi program Ketenagakerjaan dapat tersampaikan dengan efektif.
Penyampaian Program Secara Berurutan Edukasi mengenai manfaat program hendaknya disampaikan secara berurutan dan terstruktur, mulai dari program utama hingga manfaat tambahan:
Manfaat Utama: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Manfaat Tambahan: Jaminan Beasiswa Pendidikan Anak (hingga tingkat perguruan tinggi) serta Jaminan Pengganti Upah (Sementara Tidak Mampu Bekerja/STMB).
Penerapan Strategi Pembayaran dan Closing
Dalam pengarahan tersebut, dipaparkan pula strategi eksekusi (closing) yang lebih efektif, salah satunya melalui pendekatan paket pembayaran berkala (seperti opsi 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan) dibanding hanya pembayaran bulanan biasa.
Selain itu, skema pengemasan manfaat (packaging/framing) seperti "Strategi Kacamata" turutan manfaat JHT juga diperkenalkan sebagai opsi untuk meningkatkan nilai iuran (yield) dan keterikatan kepesertaan.
Membangun Mentalitas dan Kepercayaan Diri
Di akhir sesi pengarahan, Ahmad Ja'far Sidik membakar semangat para agen Perisai agar memiliki kepercayaan diri yang tinggi saat bertatap muka dengan calon peserta maupun jajaran pemangku kepentingan (stakeholders).
"Kita hadir untuk memberikan solusi dan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat. Karena itu, pastikan sikap, gestur, dan penyampaian kita selalu mantap dan percaya diri," tegasnya.
Melalui penerapan strategi edukasi yang tepat dan penguatan kapasitas agen di lapangan, diharapkan target perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sektor BPU dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan.
(Redaksi)



