Banyumas Newslan.id. Layanan Bus Trans Banyumas terancam berhenti mulai akhir Agustus apabila tambahan anggaran operasional tidak segera disetujui. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas mengajukan penambahan anggaran dari APBD agar layanan transportasi publik tersebut tetap beroperasi hingga akhir 2026.
Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhammad Eka Nugraha mengatakan, anggaran operasional yang masih tersedia hanya cukup membiayai operasional Bus Trans Banyumas hingga 28 Agustus. Karena itu, pihaknya telah mengajukan tambahan anggaran untuk menjaga layanan tetap berjalan.
"Anggaran operasional yang tersisa sekarang hanya cukup sampai 28 Agustus. Sudah kami ajukan untuk anggaran selanjutnya," katanya.
Eka menjelaskan, operasional Bus Trans Banyumas setiap bulan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,3 miliar. Agar layanan tetap berjalan pada September, Oktober, November, dan Desember 2026, dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp 15 miliar.
"Keputusan menunggu Bupati," terang dia.
Menurut Eka, kebutuhan anggaran operasional Bus Trans Banyumas diperkirakan mulai menurun pada April 2027. Saat itu, cicilan pembelian armada bus yang dibiayai melalui modal awal dari penanam saham dijadwalkan telah lunas.
Apabila Bus Trans Banyumas masih tetap beroperasi setelah April 2027, kebutuhan anggaran operasional diperkirakan turun sekitar 25 hingga 35 persen. Penurunan tersebut terjadi karena salah satu komponen pembiayaan, yakni biaya investasi, sudah tidak lagi masuk dalam biaya operasional.
"Karena satu item pembiyaan dihapus yaitu biaya investasi," pungkas Eka. Redaksi



