News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Berita
Detail
Berita

Keberanian Mengakhiri Proyek: Pelajaran dari Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta

R
Redaksi NEWSLAN.ID
NEWSLAN.ID19 Januari 2026 pukul 01.00 WIB
85
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Keberanian Mengakhiri Proyek: Pelajaran dari Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Oleh: Muhamad Akbar, Pengamat Transportasi

Newslan-id Jakarta. Dalam dunia pembangunan, peresmian proyek kerap dirayakan dengan penuh simbol. Pita dipotong, pidato disampaikan, dan visi besar ditegaskan di hadapan publik. Sebaliknya, keputusan untuk menghentikan proyek hampir selalu berlangsung dalam diam—dibicarakan di ruang rapat tertutup, penuh kehati-hatian, bahkan keraguan. Karena itu, pembongkaran tiang monorel Jakarta menjadi pengecualian yang penting.

Keputusan ini diumumkan secara terbuka dan disaksikan bersama: oleh gubernur, mantan gubernur, jajaran penting pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum, serta diliput luas oleh media. Yang dituntaskan bukan semata beton yang mangkrak, melainkan juga beban psikologis kota. Momen ini mengajarkan satu hal yang jarang dibicarakan dalam kebijakan publik: keberanian terbesar dalam membangun tidak selalu terletak pada memulai yang baru, melainkan pada kesediaan mengakhiri sesuatu yang perannya telah selesai.

Pembongkaran tiang monorel itu seolah menjadi upacara perpisahan yang tertunda lama. Struktur beton yang berdiri kaku di tengah lalu lintas Jakarta bukan hanya penanda proyek yang tak pernah rampung, tetapi juga simbol keputusan yang terus digantung. Ketika akhirnya tiang-tiang itu dibongkar, yang runtuh bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga keraguan untuk mengakhiri. Di sanalah keberanian kebijakan menemukan bentuknya: menutup lembar lama yang telah kehilangan makna, agar kota dapat melangkah tanpa beban masa lalu.

Saat Busway Menjadi Andalan, Monorel Tersisih

Selama hampir dua dekade, tiang-tiang monorel berdiri sebagai penanda ambisi yang terhenti. Ia lahir dari kebutuhan nyata pada masanya, ketika Jakarta belum memiliki sistem angkutan massal berbasis rel, sementara tekanan lalu lintas terus meningkat. Monorel diproyeksikan sebagai salah satu pilar awal transportasi perkotaan, dengan harapan pendanaannya ditopang oleh investor swasta. Namun, harapan itu menguap bersama ketiadaan kepastian pembiayaan. Pembangunan terhenti, dan proyek ini terjebak dalam kevakuman panjang.

Di tengah penantian panjang itu, arah pembangunan transportasi Jakarta bergerak ke jalur lain. Sistem busway tumbuh menjadi tulang punggung mobilitas harian. MRT dan LRT kemudian dibangun dan dioperasikan, membentuk jaringan angkutan massal yang lebih terintegrasi dan berkapasitas besar. Dalam konteks baru tersebut, monorel kehilangan posisi strategisnya—bukan karena gagal sejak awal, melainkan karena kebutuhan kota telah berkembang melampaui desain awalnya. Yang tertinggal adalah struktur yang tak lagi berfungsi, diam dan janggal di tengah dinamika Jakarta yang terus bergerak.

Dalam konteks inilah pembongkaran monorel patut dibaca sebagai keputusan strategis, bukan sekadar pekerjaan lapangan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek yang tidak lagi selaras dengan kebutuhan sistem transportasi hari ini tidak perlu dipertahankan. Orientasi kebijakan bergeser: dari membiarkan persoalan lama menggantung, menjadi menyelesaikannya secara tuntas dan bertanggung jawab.

Dari sudut pandang tata kelola, langkah ini menyasar sisa fisik keputusan masa lalu yang membebani ruang kota. Pemerintah memilih untuk tidak terus menoleransi struktur yang kehilangan fungsi hanya karena persoalan hukumnya kompleks. Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi ruang publik dan menutup ruang tafsir bahwa proyek tersebut suatu hari akan dihidupkan kembali.

Pembongkaran Monorel Tanpa Membuka Konflik Baru

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Keputusan ini tidak hanya berbicara tentang Jakarta. Jika ditarik lebih luas, situasi serupa dapat ditemukan di sejumlah daerah: infrastruktur yang berhenti di tengah jalan, lalu bertahan dalam status tak jelas karena persoalan kontrak, aset, atau kehati-hatian hukum. Dalam kondisi seperti itu, ruang publik menanggung dampak sosial dan spasial yang kerap luput dari penilaian kebijakan—mulai dari menurunnya kualitas lanskap kota hingga tumbuhnya sikap permisif terhadap proyek yang tak kunjung selesai. Pembongkaran monorel menyampaikan pesan tegas: negara memerlukan mekanisme penutupan proyek yang jelas, transparan, dan akuntabel agar setiap kebijakan memiliki akhir yang pasti.

Kehati-hatian yang menyertai proses pembongkaran—dengan melibatkan aparat penegak hukum secara terbuka—menunjukkan kesadaran akan risiko lanjutan proyek lama: sengketa aset, sisa kewajiban kontraktual, serta persoalan tata kelola administrasi. Cara kerja semacam ini penting agar penertiban fisik tidak melahirkan konflik hukum baru. Prosesnya dirancang rapi, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh, pembongkaran monorel memberi pelajaran tentang bagaimana sebuah kota memperlakukan kekeliruan masa lalunya. Kota yang matang bukan kota yang tanpa salah, melainkan kota yang mampu belajar dari kekeliruannya dan membenahi diri secara institusional. Yang menentukan bukan sekadar keberanian melahirkan gagasan, tetapi kesanggupan menata ulang arah ketika konteks berubah.

Menyudahi Keraguan, Menata Arah Kebijakan Baru

Pada akhirnya, pembongkaran tiang monorel Jakarta adalah momen ketika sebuah kota berhenti menunda keputusan. Struktur yang selama bertahun-tahun berdiri tanpa fungsi kini tidak lagi menjadi bagian dari keseharian warga. Bukan karena proyek itu baru disadari keliru, melainkan karena konteks kebijakan dan kebutuhan kota telah berubah.

Pelajaran terpenting yang ditinggalkannya adalah perlunya kejelasan. Kejelasan status aset, kejelasan mekanisme pengambilan keputusan, dan kejelasan prosedur untuk mengakhiri suatu inisiatif ketika ia telah kehilangan relevansi. Mengakhiri sebuah proyek bukanlah pengakuan kegagalan, melainkan bagian dari disiplin tata kelola yang sehat. Hanya dengan keberanian untuk menyudahi yang usang, energi dan sumber daya publik dapat dialihkan secara penuh kepada prioritas yang lebih bermakna dan berdampak bagi kehidupan warga.

Jakarta, melalui langkah ini, menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu lahir dari rencana baru. Terkadang, ia justru dimulai dari kesanggupan merapikan masa lalu. Dan setelah tiang terakhir runtuh, kota ini mendapat kesempatan untuk menatap ke depan dengan pandangan yang sedikit lebih lapang.(**)

Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.IK Memimpin Langsung Upacara Serah Terima Jabatan  Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Bungo.
Berita

Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.IK Memimpin Langsung Upacara Serah Terima Jabatan Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Bungo.

Rokok dan Uang Curian Dikembalikan, Pelaku Luka Serius Diamuk Massa, Korban Pilih Berdamai
Berita

Rokok dan Uang Curian Dikembalikan, Pelaku Luka Serius Diamuk Massa, Korban Pilih Berdamai

Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Yanduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming
Berita

Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Yanduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming

Prof Henri Subiakto Itu "Anak Muda Yang Terjebak Di Tubuh Yang Tua"
Berita

Prof Henri Subiakto Itu "Anak Muda Yang Terjebak Di Tubuh Yang Tua"

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Masih hangat...!!! Oknum P3K MJ di Tahan
Hukum

Masih hangat...!!! Oknum P3K MJ di Tahan

1 Apr
Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.IK Memimpin Langsung Upacara Serah Terima Jabatan  Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Bungo.
Berita

Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.IK Memimpin Langsung Upacara Serah Terima Jabatan Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Bungo.

31 Mar

Trending Now

Last 7 Days
01

Nasabah Lansia 74 Tahun Gugat Bank SMBC Indonesia Tbk, Tolak Penalti Rp14,5 Juta yang Dinilai Tidak Masuk Akal Pelunasan Kredit

Berita
02

PDAM LAHAT DILAPORKAN KE POLISI, YLKI: LAYANAN BURUK BERUJUNG PIDANA KONSUMEN

Berita
03

Prof Henri Subiakto Itu "Anak Muda Yang Terjebak Di Tubuh Yang Tua"

Berita
Rokok dan Uang Curian Dikembalikan, Pelaku Luka Serius Diamuk Massa, Korban Pilih Berdamai
Berita

Rokok dan Uang Curian Dikembalikan, Pelaku Luka Serius Diamuk Massa, Korban Pilih Berdamai

30 Mar
Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Yanduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming
Berita

Polda Jambi Sosialisasikan QR Code Yanduan Online Propam Polri Lewat Podcast Live Streaming

30 Mar
Prof Henri Subiakto Itu "Anak Muda Yang Terjebak Di Tubuh Yang Tua"
Berita

Prof Henri Subiakto Itu "Anak Muda Yang Terjebak Di Tubuh Yang Tua"

28 Mar
Lihat Semua Berita
04

Kapolres Merangin Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek

Berita
05

Kapolres Bungo AKBP Zamri Elfino, S.IK Memimpin Langsung Upacara Serah Terima Jabatan Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Bungo.

Berita
06

Sinergitas tim Maritim Juwana - Pati dalam pengamanan di alur sungai Silugonggo

Berita
07

Polres Sarolangun Ungkap Kasus Dugaan Persetubuhan terhadap Anak di Bathin VIII, Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara

Hukum