News Flash
Terpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.IDTerpercaya, NEWSLAN.ID - Berita & InvestigasiIkuti terus perkembangan berita terbaru hanya di NEWSLAN.ID
NEWSLAN
Home🎮 Games

Memuat Berita...

HomeProductsVideoProfile
NEWSLAN.ID

Informasi

  • Redaksi
  • Company Profile
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Layanan

  • Langganan
  • Video Shorts
  • Kontak

Kontak Kami

WhatsApp:

Email: redaksi@newslan.id

© 2026 NEWSLAN.ID - . Diterbitkan oleh PT. LINTAS AKTUAL NUSANTARA.

Home
Artikel
Detail
Artikel

Banyak Yang Oon Bawa-bawa Agama Pada Pelaku Korupsi Dan Perusak NKRI.

R
Redaksi
NEWSLAN.ID10 Maret 2026 pukul 06.33 WIB
156
Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter
Banyak Yang Oon Bawa-bawa Agama Pada Pelaku Korupsi Dan Perusak NKRI.
Foto: Dok. NEWSLAN.ID

Penulis : Nurul Azizah

Newslan-id. Saat Bupati Pekalongan ibu Fadia Arafiq kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa 3 Maret 2026, maka pemberitaan tentang kasus ini mencuat di media sosial. Banyak yang posting tentang kasus korupsi dari Fadia Arafiq. Termasuk penulis, memposting juga di Facebook (FB) gambar kebersamaan Fadia dengan Jokowi diberi narasi : "ini orangnya ternyata tidak jauh-jauh dari sumber kerusakan NKRI". Postingan ini dikomentari secara sadar dan waras oleh beberapa teman FB: ada yang komen : "rata-rata bermasalah". "Semua yang dekat dengan Jokowi bermasalah". "Ulere Negoro". "Bolone (temannya)". Ada lagi yang komen : "mbak Nurul Azizah banyak pejabat termul yang ketangkep. Kapan ya giliran juragannya?".

"Yang setor bisa ditangkap tetapi yang terima setoran gak pernah bisa ditangkap". Ada juga yang komen : "titipan".

Tapi ada juga komen yang kurang waras, yaitu akun UD komennya: "Bukankah setiap dosa dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri. Kita disuruh tutup aib orang lain. Kalau yang dibicarakan aib orang maka janganlah ungkit kalau gak bisa menutup. Maaf saudaraku sesama guru."

MT (akun waras) menyanggah komen dari UD : "Kalau melihat kemungkaran cegahlah dengan kekuatanmu, jika tak mampu cegahlah dengan nasehatmu, jika masih tak mampu cukuplah kau ingkari kemungkaran itu dalam hatimu, dan itu tanda imanmu rendah".

Akun ST menjawab dari komen UD : "UD itu guru termul (ternak Mulyono), semoga seperti Bu guru Nurul Azizah taubat jadi pengikut dan pembela mister king of trouble maker. Alhamdulillah Barokallah".

Ada yang komen "Yang masalah yang posting", akun ST ini memang dari awal hingga sekarang penggemar berat Jokowi. Tidak akan berubah pikirannya walau Jokowi itu banyak melakukan kesalahan dan gemar berbohong. Jadi kalau junjungannya disenggol maka dia terus komen yang nyeleneh. Tanpa pikir panjang kebenaran berita.

Tiba-tiba tidak ada angin dan hujan muncullah pengikut akut Jokowi yang cinta mati pada junjungannya ikut komentar: "Ternyata bulan suci, memprovokasi tetap jalan ya? Astaghfirullah hal 'adzim, eman-eman puasane ustadzah," komen dari akun inisial WW.

Ketololan para pengikut Jokowi dalam menyikapi OTT KPK terhadap para pejabat publik atau kepala daerah yang melakukan korupsi membawa ke ranah agama, itu sangat lucu dan bodoh atau oon. Pelaku korupsi dan perusak NKRI tidak akan pernah peduli tentang agama, tidak peduli uang hasil korupsi itu haram hukumnya. Pelaku korupsi itu tidak peduli punya agama apa? Lihat saja para koruptor walau melanggar agama, tetap saja dilakukan, merampok uang rakyat, merugikan negara, memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Para koruptor itu tidak punya hati nurani, tidak takut dosa, tidak takut adzab Allah SWT. Tidak takut siksa dunia, kelak ketika di alam kubur dan di akhirat nanti.

Pelaku korupsi tidak takut terhadap sanksi hukum (penjara, denda, penyitaan aset), kehancuran reputasi, dikucilkan secara sosial, serta hilangnya mata pencaharian yang sah. Para pelaku korupsi secara psikologis hidup dalam kecemasan konstan, beban moral dan ketidakpastian masa depan, serta merusak etos kerja dan moral.

Para pejabat publik, bupati atau mantan pejabat publik yang sudah ditangkap oleh komisi pemberantasan korupsi rata-rata dekat dengan Presiden ke-7, sebut saja Tom Lembong mantan menteri perdagangan RI. Nadiem Makarim pengusaha dan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan RI. Yaqut Cholil Qoumas mantan menteri agama RI ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi tambahan kuota haji tahun 2024. Mereka semua mantan menteri Presiden ke-7 menyebut nama Jokowi. Cuma Jokowi masih kebal hukum, sampai saat ini belum disentuh oleh KPK.

Bagikan Berita Ini

Share Berita:
WhatsApp
Facebook
X / Twitter

Berita Terkait

Lihat Semua
Loading Ad...
ADVERTISEMENT

Kepala daerah yang dititipi oleh Jokowi yaitu Bupati Pati Jawa Tengah Sudewo, Walikota Madiun Jawa Timur Maidi, bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Ada juga Bupati Kolaka Timur Abdul Aziz, Gubernur Riau Abdul Wahid, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya serta Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Mereka semua kepala daerah baru satu tahun dilantik sudah terjaring oleh OTT KPK.

Kepala daerah tersebut mengucap sumpah jabatan dengan menyebut nama Tuhan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Para koruptor apakah peduli soal agama, no tidak, hanya orang-orang yang bodoh saja, selalu membawa agama untuk membela junjungannya walaupun melakukan korupsi.

Masih ingat di akhir tahun 2024, Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam daftar finalis "TOKOH TERKORUP 2024" versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Jokowi masuk dalam daftar finalis tokoh korup tahunan OCCRP, bersama pimpinan dunia lainnya, yang ditentukan oleh dukungan daring global.

OCCRP menyebutkan alasan nominasi berasal dari penilaian publik dan pengamat menyoroti pelemahan KPK dan nepotisme selama masa jabatannya.

Wahai para pemuja koruptor, ketahuilah bahwa tindakan korupsi itu bertentangan dengan nilai moral agama. Semua agama di Indonesia mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang dan integritas. Korupsi melibatkan penipuan, ketidakadilan dan mengutamakan kepentingan pribadi di atas kesejahteraan publik, merusak fundamental serta melanggar norma hukum dan agama.

Wahai para pemuja koruptor ketahuilah bahwa koruptor menyengsarakan masyarakat luas dengan mengalihkan dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan bersama malah dikeruk untuk kepentingan pribadi dan golongan. Tindakan ini melanggar agama, jangan malah bawa-bawa agama pada pelaku korupsi dan perusak NKRI.

Nurul Azizah penulis Buku "Dari Perempuan NU Untuk Indonesia" minat hub 0858-1022-0132

Apakah Harus Ikut Ketum PBNU Yang Ikut Prabowo,  Trump, dan Zionis Israel Netanyahu"?
Artikel

Apakah Harus Ikut Ketum PBNU Yang Ikut Prabowo, Trump, dan Zionis Israel Netanyahu"?

MEMINTA POLDA KEPRI KAWAL PENJUALAN TIKET RORO PUNGGUR  DAN TINDAK TEGAS PARA CALO
Artikel

MEMINTA POLDA KEPRI KAWAL PENJUALAN TIKET RORO PUNGGUR DAN TINDAK TEGAS PARA CALO

MUDIK LEBARAN DI AMBANG KRISIS ENERGI DAN KESELAMATAN TRANSPORTASI
Artikel

MUDIK LEBARAN DI AMBANG KRISIS ENERGI DAN KESELAMATAN TRANSPORTASI

URAT NADI KONEKTIVITAS: KESIAPAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO) MENYUKSESKAN MUDIK DI PULAU SUMATERA
Artikel

URAT NADI KONEKTIVITAS: KESIAPAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO) MENYUKSESKAN MUDIK DI PULAU SUMATERA

Advertisement

lpkni

Advertisement

Newslan hut

Advertisement

bus SUMATERA jawa

Advertisement

pupuk

Advertisement

pupuk

Berita Terbaru

Apakah Harus Ikut Ketum PBNU Yang Ikut Prabowo,  Trump, dan Zionis Israel Netanyahu"?
Artikel

Apakah Harus Ikut Ketum PBNU Yang Ikut Prabowo, Trump, dan Zionis Israel Netanyahu"?

10 Mar
Berbagi Kebahagiaan dan Rezeki, BPJS Ketenagakerjaan Merangin Bangko Gelar Employee Volunteering Berbagi Takjil
Berita

Berbagi Kebahagiaan dan Rezeki, BPJS Ketenagakerjaan Merangin Bangko Gelar Employee Volunteering Berbagi Takjil

10 Mar

Trending Now

Last 7 Days
01

Permohonan Evaluasi atas Penerbitan Surat Permohonan Partisipasi Demi Menjaga Marwah dan Profesionalitas Institusi Kepolisian Republik Indonesia

Artikel
02

Antisipasi Lonjakan 5,8 Juta Pemudik, ASDP Perkuat Layanan Nasional

Berita
03

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.

Berita
MEMINTA POLDA KEPRI KAWAL PENJUALAN TIKET RORO PUNGGUR  DAN TINDAK TEGAS PARA CALO
Artikel

MEMINTA POLDA KEPRI KAWAL PENJUALAN TIKET RORO PUNGGUR DAN TINDAK TEGAS PARA CALO

10 Mar
Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta  Untuk Meja Bilyard Pimpinan  DPRD
Berita

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta Untuk Meja Bilyard Pimpinan DPRD

9 Mar
Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.
Berita

Nasabah Bank Jambi Cabang Merangin Rela Berebut Antrian Sejak Subuh Hari.

9 Mar
Lihat Semua Berita
04

Kapolda Jambi Terima Audiensi IDI Wilayah Jambi, Perkuat Sinergi Perlindungan Tenaga Medis dan Penegakan Hukum

Berita
05

Sidang Putusan Botok dan Teguh: 6 Bulan Pengawasan

Berita
06

MUDIK LEBARAN DI AMBANG KRISIS ENERGI DAN KESELAMATAN TRANSPORTASI

Artikel
07

Ngeri, Sekretariat DRPD Sumsel Alokasi kan Anggaran Rp 486,9 juta Untuk Meja Bilyard Pimpinan DPRD

Berita